Sebenarnya ini terlepas dari masalah benar atau salah, namun ketika kebenaran ini kuungkapkan, maka ujung-ujung nya bisa menjadi suatu kesalahan yang sangat berat dan membuatnya bisa hilang kesabaran.
Udara panas kota Jakarta membuat suasana hatiku semakin panas tidak menentu..entah karena didukung oleh logistik yang kosong, sehingga menyebabkan loagika ku menjadi tidak jalan..

AC pun mulai bekerja mendinginkan ruang kontrakanku, selang beberapa waktu udara telah mendinginkan ruang itu, namun tetap saja tidak mampu mendinginkan suasana hatiku. Alunan “Lucky” dari Jason Mraz melengkapi semua kegalauan hati..
Sebatang rokok melengkapi sore ku, di beranda depan, kuhisap dalam-dalam rokok itu, nampak asap mulai mengepul dan berputar-putar membumbung tertiup angin.

“Ini emang benar sih, tapi kenapa hal itu tidak membuatnya senang, sebel barangkali iya…”kejadian sore itu terus saja menghantui pikiranku

+++

Berawal dari sebuah cerita yang aku kirimkan kepada temen dekatku, dimana hal itu hanyalah sebuah ungkapan akan sesaknya hati ini dan gundah gulananya hati ini, coretan diatas kertas A4 itu, kuhiasi dengan noda-noda air mata, semua air mata ini tercurah semua menjadi suatu tetesan panas yang tidak akan terus membara.

Bram/sore hari/hujan deras.
“…engkau tahu kan, semenjak pertama bertemu dengan nya, kurasakan emosi yang luar biasa mencengkeram hatiku, kau juga tahu kan, aku sudah berjanji untuk tidak mau lagi terbawa oleh rasa cinta, dan engkaupun tahu betapa rapuhnya aku, ketika aku harus berhadapan dengan cinta itu..terkoyak itu pasti, terbelenggu itu pasti
…namun yang lebih menyakitkan lagi bahwa aku akan menjadi ketagihan akan cinta itu….kamu tahu juga kan waktu dulu aku masih memakai heroin
…kamu tahu juga kan bagaimana gilanya aku waktu itu..ketika aku sudah tersedot oleh indahnya pandangan,tatapan dan rajukan, pastilah aku akan terjerat kedalamnya, terperosok kedalamnya,..pun oleh indahnya pandangan matanya…pandangan indahnya mata budar Selvyn..”

+++

Selvyn/KPTU/senja hari.
Heh…kamu uda ga punya otak ya?..ngapain juga kamu cerita-cerita tentang ku kepada orang lain?emangnya itu baik untukku?untuk kenyamananku?
Kamu tu ya..mikir dong, gunain otak kamu, masak mahasiswa teknik mesin seperti itu..kamu tu ya..bodohhhhhh…sebel aku ma kamu…
Kamu tahu ga? Kamu secara tidak langsung telah menyakiti hatiku, Bram.
Aku ini cewek, dan aku ga bisa kalau kamu memperlakukan aku seperti ini. Emang nya aku properti kamu, yang bisa kamu mainin seenaknya?…
Sudahlah Bram, aku capek dengan semua ini, kita lebih baik untuk sementara tidak bertemu dulu…

“new KPTU”


+++

Tak terasa 1 bungkus rokok hampir ku habiskan…,logika makin tidak membentuk, hanya sedikit kepingan
kepingan putaran otak yang berjalan dan berputar dengan lambatnya…makin lama makin terasa berat dan semakin berat..
Selvyn sialan…dimana letak kesalahanku? kenapa dia menjadi tidak nyaman dengan ku?
Kurobek semua tentangnya, kubakar semuanya…semua tentang selvyn…

+++

Bram/3th yang lalu.
Dengan bermodalkan kamera fotograpi, pagi itu aku melakukan aksi Sherlock Holmes. Acara ospek di fakultas teknik telah siap dimulai, hampir semua panitia telah “stanby” diposisi masing2. Sebagai fotografer fakultas, aku senantiasa meliput semua kejadian dan keanehan di kampus. Dengan pakaian khas seorang calon enjinir, kumulai tugas di pagi itu…
Setelah beberapa ratus kali jepretan, aku merasa kelelahan, kutarik sebuah bangku dan kuambil minuman dingin di pojok anak tangga KPTU itu.

Bu,,bayarnya akhir bulan ya..seperti biasanya ditambahin ke bon saya ya…soalnya uang dari lab belum keluar Bu, jadi ngebon seperti biasanya…” kataku kepada ibu kantin
“Kuamati, kuamati dan kuamati….ko aneh…siapa anak ini?…dimana ya kira2 aku tadi memprotetnya?”


Sylvina Dwi Puspitasari, anak kedua dari seorang professor yang mengajar mata kuliah tentang batuan, di jurusan geologi.. tingginya sekitar 170cm, lumayan bongsor untuk anak seumurnya.

+++

Bram/saat ini.
Jam berganti jam, detik pun berputar dengan semakin cepatnya. Makin lama, hasil karyaku yang berjudul selvyn, semakin memenuhi kamarku. Beragam ekspresi menghiasi ruang hatiku..

Selvyn bodoooohhhh…….
Seketika itu juga ku terbangun dari alam bawah sadarku, kuhanya bisa meratap dan berharap, berharap bahwa semua nya akan kembali lagi, kembali dimana aku bisa memperbaiki semua. Semua kebodohan yang telah aku lakukan. Maaf kan aku, namun aku tidak akan berhenti untuk mengekspresikan cintaku kepadamu, aku akan melakukan itu semua dengan indahnya kata-kata, dengan merdunya goresan nada-nada, yang akan terangkai menjadi sebuah untaian cerita dalam noktah noktah yang tersusun tanpa ada makna.
Jika kau ingin menghentikan semua ini, hentikanlah semua. Hentikan semua urat nadiku, hentikan semua aliran darahku…hentikan detak jantungku selvyn, jika kamu punya nyali untuk melakukannya (ths)