Cerita munas Kampung(an) UGM di Citos 08.07.09 (18.30 ~ 22.30 WIBCitos)

“ramee too…”

munas ini terjadi ketika aku belum punya blog. Makanya aku baru nulis sekarang, sekedar untuk mengingat dan mengenang lagi akan suasana malam itu, malam dimana aku bertemu dengan para sesepuh kampung ugm, yang selama ini hanya “kudengar” dari tulisannya, kulihat dari eyelannya dan kuamati dari gaya berpikirnya.

Malam itu tepat pukul 18.30 aku telah sampai di Citos, sebuah Mall yang terletak di jalan TB Simatupang Jakarta Selatan. Dengan modal P20 aku berangkat, setelah sampai di perempatan departemen pertanian aku segera menurunkan badan ini dan berganti dengan angkutan bernama taksi. Total biaya untuk transportasi 27.000 IDR.

Walaupun sudah hampir 1.5 tahun aku mencari “upo” diJakarta, baru malam itu aku menginjakkan bumi di Cilandak Town Square😀. ya sudahlah tidak apa2, lha wong ga dinilai ko..hehehehehe

Muter dan mencari Kafe betawi, setelah modal tanya sana dan sini, pak saptam dan bu satpam, akhirnya ketemu juga.

“Wah mana ya orang2nya?” sambil clingak-clinguk wajah ini mulai mencari.

Dan akhirnya aku menemukannya, nampak senyum ramah dari 2 orang yang akhirnya kuketahui bernama mas Anung dan Pakdhe Rovicky sang bapak dongeng geologi yang sudah sering kubaca blognya. Setelah salam sini salam sana, aku mendudukkan diri ini pada kursi yang telah ditata sedemikian rupa untuk acara munas malam itu.

“Pakdhe Vick bapak geologi”

Tak lama kemudian nampak Om Nukman, Om Eshape, Bank Al, mba Intan, mba Tika, mba Nita dll.

“mba Tik n sopo aku lali…”

Bank Al n Om Eshape juga”

“Nieta…”

Suasana pun semakin cair semakin rame, dikarenakan malam itu ialah malam setelah paginya diadakan pemilu, maka tema malam itu pun tidak lepas dari topik seputar pemilu, penggiringan opini public dan ahhh aku sendiri sudah lupa, lha wong kejadian ini terjadi 1tahun yang lalu je.

Oia, kalau yang tidak ikut munas pastilah akan dirasani, disini aku baru tahu, lha ini munas pertamaku dengan para pendekar kampung ugm.

Sebagai anak yang masih hijau dan miskin akan pengalaman serta pengetahuan, aku hanya sebagai pendengar setia. Rame itu pasti, seru itu jelas dan yang pasti ngeyel2an nya ada ekspresinya. Banyak hal yang bisa aku petik dari pengalaman pertama ku ini, pengalaman yang membuka akan cakrawala berpikirku. Oh hal ini lah yang membuatku jatuh cinta akan milis kampung ini, dimana kita akan bisa mengekspresikan diri sebebas2nya dan sengeyel ngeyelnya tanpa adanya jaim sedikitpun😀.

Begitulah, setelah malam ini semakin larut, dan sang waktu telah menunjukkan pukul 22.30, keluarga kecil ini segera membubarkan diri untuk bertemu lagi dalam kesempatan dan kesempitan yang laen.

“sampe ketemu lagi Kevin”

Ada Quote yang menarik :

“hobby bisa menjadi suatu pekerjaan dan menghasil kan”