Alkisah seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan masa kuliah dan lulus dengan predikat tidak cumlaude, namun cukup untuk melamar pekerjaan di perusahaan2 kelas kakap. Sebagai seorang sarjana teknik, tentulah dia sangat bangga akan gelar kesarjanaannya, walaupun tidak sekeren jika mempunyai gelar insinyur. Namun hal itu telah membuatnya sangat bangga, terlebih untuk kedua orang tuanya.

Seperti kebanyakan fresh graduate, dia pun mulai disibukkan untuk membuat lamaran kerja kesana dan kesini. Berpuluh-puluh contoh CV telah dibacanya, beragam jenis surat lamaran telah di telaahnya serta dibuat dengan indahnya.

Semua resume itu telah disebar ke semua perusahaan yang pernah memasang lowongan pekerjaan di kampus biru nya. Mulai dari perbankan, manufacture, kontraktor, mining, oil dan gas, serta masih banyak lagi. Sebagian fresh graduate yang pernah saya temui pada saat ini, ataupun ketika dulu masih sama2 sebagai seorang job seeker. Ada hal yang saya garis bawahi, yaitu ketika mereka telah terbentur oleh susahnya mencari pekerjaan, cenderung akan meninggalkan idealismenya, yang penting kerja dulu.

Namun hal ini tidak berlaku bagi pemuda ini, dia ialah yang mengutamakan idealismenya, dimana seorang sarjana teknik, haruslah bekerja di bidang engineering.

“Lah kamu itu lucu, kenapa kamu melamar dan ikutan test2 untuk perusahaan atau bidang yang tidak berhubungan dengan dunia engineering, jika kamu sendiri menginginkan bekerja di dunia engineering? “ Kataku suatu saat kepadanya.

“hehehehe..aku itu sebenarnya hanya mengasah kemampuan psikotesku Oom, aku juga melatih cara interview yang baik itu bagaimana seharusnya, namun ketika mereka menerimaku, ya dengan rendah hati aku menolaknya..hehehehe” selorohnya sambil menghisap rokok putih itu dalam-dalam.

Lah dari hasil experiencemu itu apa yang dapat kamu ambil kesimpulan le? Kataku

“Wah Oom Itu lagi menguji ku ya, kayaknya Oom lebih paham deh akan hal beginian. Tapi dengar semakin sering kita mengerjakan soal psikotes, kita akan menjadi lebih cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan, berbeda ketika kita mengikuti psikotes pertama kalinya.”

jadi, aku sarankan untuk fresgraduate sering-seringlah mengasah dan ikutan psikotes ini Oom, jadi mereka akan terbiasa sehingga ketika menemukan perusahaan idaman, tinggal dimaksimalkan. Tapi ini saja tidak cukup Oom, sebelum test usahakan untuk istirahat yang cukup, soalnya aku pernah paginya ada test, malamnya aku lihat Barcelona Vs Intermilan Oom, ya sudah kondisi fisik drop dan hasilnya kurang maksimal” lagaknya seperti seorang konselor kerja professional.

Hal tersebut pastilah berguna, apalagi untuk engineer pas-pasan seperti aku ini Oom” sambil diiringi dengan ketawa yang menggelegar.

Terus ketika tahapan ini terus berlanjut dan berlanjut, dan sampai pada tahap untuk wawancara baik itu dengan User, HRD atau General Manajer, pastikan bahwa kita juga mengetahui profil perusahaan yang akan kita tuju ini Oom, jadi ketika suatu saat User, bertanya kepada kita tentang scope perkejaan ataupun tentang perusahaan mereka, kita bisa menjawabnya. Dan yang jelas kita harus selalu bersikap yang sopan, meskipun orang yang mewawacarai kita itu orangnya santai, kita tidak boleh terbawa suasana santai tersebut.” jawabnya panjang lebar


wah-wah kayaknya kamu sudah mahir ini dalam hal melamar kerja, dan interview. Satu lagi yang harus kamu ingat Le, test kesehatan, kamu sering tho agak tersendat di masalah ini, makanya rajin lah untuk berolahraga dan hidup sehat” sambutku sambil menyeruput kopi panas disambung dengan pisang goreng yang di goreng dengan taburan jintan.

Dari sedikit untaian diatas, untuk fresh graduate memang diperlukan tahapan yang panjang untuk dapat memasuki dunia kerja, dimulai dari psikotes, toefl test, FGD (Forum Group Discussion), interview, dan medical check up. Dan jangan lupa untuk selalu menjaga stamina sebelum test dilaksanakan, dikarenakan test ini dilaksanakan bisa hampir sehari penuh, dan akan disambung pada hari yang telah ditetapkan.

Dan hal yang harus diperhatikan dalam bersikap ketika interview dengan User/ HRD/ GM or interviewer ialah :

1. Percaya Diri, namun tidak sombong.

2. Rendah hati, namun tidak minder.

3. Mandiri, namun tidak tergantung.

4. Siap bekerja sama dan terbuka terhadap perubahan

5. Mempunyai ide serta berbeda dalam kepribadian.

Jangan lupa, kita harus memperhatikan penampilan kita ketika kita mengikuti semua proses itu. Berpakian lah yang sopan dan selayaknya orang yang mencari kerja, tidak dengan kaos oblong, jeans ataupun datang dengan mengenakan sandal jepit. THS.