Sering kali aku berkhayal dan berandai-andai, bahwasanya aku dilahirkan sebagai seorang anak indigo, anak yang mempunyai berbagai kelebihan, serta mempunyai kecerdasan diatas rata-rata. Berkhayal aku sedang memenangkan olimpiade matematika, seperti anak muda jenius di salah satu SMA di daerah Bogor ataupun hanya seperti temanku yang dikaruniai kecerdasan luar biasa, dimana selalu menjadi bintang dimanapun dia bersekolah. Mungkin hal ini terdengar sangat gila dan menguras semua energi yang ada. Kenapa aku tidak menyalurkan energi itu menjadi suatu hal yang bisa sangat berguna. Hanya ada khayalan dan terus berkhayal.

Aku dengan sedikit kelebihan yang aku punyai, dimana banyak kekurangan yang ada pada diriku. Kadang kala aku menyesal menjadi diriku ini. Banyak hal ingin aku lakukan, banyak hal yang aku impikan, tapi sekali lagi aku kurang cerdas kawan. Aku hanya seorang yang dikaruniai sedikit kemampuan dan aku tidak tahu harus bagaimana. Dalam perjalanan hidupku yang penuh dengan liku ini, aku memerlukan 300% usaha untuk menggapai semua mimpi itu, aku memerlukan lebih banyak keringat untuk sekedar menyelesaikan sekolahku dan itu pun tanpa sebuah prestasi yang membuat orang tuaku bangga. Itu karena aku tidak cerdas, sekali lagi aku tidak cerdas.

Banyak sekali kekurangan ini, yang ada pada diriku, yang menyemat dalam pikiranku dan terpola dalam rajutan idealismeku, dikarenakan aku tidak cerdas dan bodohnya aku tidak bisa melihat semua kekurangan itu dari suatu sudut pandang yang berbeda. Aku sudah terkungkung dalam pikiranku, bahwa aku tidak cerdas.

“Bagaimana cara kita melihat kekurangan dari sudut yang berbeda? Memang bagaimana kah kekurangan dari sudut yang berbeda itu? Apakah frame itu akan menjelaskan semuanya?”

Mari kita coba untuk melihatnya, coba kita telaah terlebih dahulu kawan. Entah apakah kita terlahir sebagai orang yang tidak cerdas, terlahir dengan fisik yang tidak sempurna, terlahir sebagai orang tidak punya, kita terlahir sebagai…. (coba tolong engkau sebutkan lagi kawan).

Sebelum kamu memarahi dirimu, lingkunganmu ataupun orang tuamu, cobalah kamu untuk melihat contoh orang yang tidak asing lagi disekitarmu dan selalu menemani dalam layar kaca. Tukul arwana, ya, semua orang tahu dan mengenal siapa dia. Dia menyulap semua kekurangan yang ada pada dirinya manjadi suatu hal yang sangat luar biasa,  dia menjadikan kekurangannya menjadi suatu senjata luar biasa dalam hidupnya.

Ada juga Charles steinmetz (April 9, 1865 – October 26, 1923), seorang ilmuwan bongkok asal Jerman yang merantau ke Amerika, dimana pada awal perantauan ke Amerika dia di tolak mentah –mentah dan diperlakukan tidak terhormat, sebelum akhirnya dia menjadi Engineer andalan General Electric, belum lagi ada Napoleon Bonaparte dan masih banyak tokoh yang berhasil menemukan senjata luar biasa dan membuat perubahan untuk semua orang, hanya karena dia melihat kekurangannya dari sisi lain.

Ketika kita sudah bisa melihat kekurangan yang ada pada diri kita, cobalah kita mengutak atik itu, memandang dan mencoba untuk mengerti. Apa yang bisa kita kembangakan dari kelemahan kita, kekurangan kita. Dan pastilah kita akan memerlukan energi yang luar biasa untuk mengembangkan itu semua. Yakinlah pasti kita bisa, janganlah berpikiran negatif, dan jangan sampai hal itu membelenggu pikiran kita. Hanya ada satu kata, maju dan terus maju, kita tidak memerlukan anugerah cerdas ataupun jenius, karena tanpa kerja keras, hal itu tidak akan berguna. (THS)

english version

I often fantasize and suppose, that I was born as an indigo child, children who have various advantages, as well as having an above-average intelligence. I’m imagining an Olympic winning mathematics, like the young genius in one high school in Bogor area or just like my friend who was blessed with extraordinary intelligence, which has always been a star wherever he went. Perhaps this sounds very crazy and drain all the energy there. Why did not I change that energy into something that can be very useful. There are only imaginary and continue dreaming.

I’m with a little extra that I have, where many weaknesses in me. Sometimes I regret being myself  like this. I want to do many things, many things that I dreamed of, but again I’m less intelligent friends. I’m just a little blessed with the ability and I do not know what to do. In my life journey full of intricacies of this, I need a 300% effort to reach all of the dream, I need more sweat to just finish school and without an achievement that makes my parents proud. That’s because I’m not smart, once again I’m not smart.

Lots of these shortcomings, which exist in me, who sewed in my thoughts and plotted in knitted my idealism, because I was not smart and stupid. I can not see any shortage of it from a different perspective. I’ve been stuck in my mind, that I was not smart.

“How do we see the lack of different angles? Indeed how whether the lack of different angles that? Is the frame that will explain it all? “

Let’s try to see it, let us first review mate. Whether we are born as people who are not intelligent, physically born with an imperfect, was born as poor poeple, we are born as ….(Please try to mentioned my friend)

Before you scold yourself, your environment or your parents,  You must try to see an example of someone who is no stranger around you and always accompany the screen. Tukul Arwana, yes…, everyone knows and knows who he is. He conjured up all the weaknesses in himself  become a very usual thing, he makes the shortcomings to be a tremendous weapon in his life.

There is also Charles Steinmetz (April 9, 1865 – October 26, 1923), a German hunchback  scientist who tries to go  to America, where at the beginning of the overseas to the U.S. he categorically rejected and treated less respectable, before he became a mainstay of General Engineer Electric.

There are Napoleon Bonaparte and many figures who managed to find weapons of extraordinary and make a change for everybody, only because he saw the shortcomings of the other side.

When we can see the weaknesses in ourselves, we try to work on it, look at and try to understanding. What can we do with our weaknesses, our faults. And we will require tremendous energy to develop it all. Be assured we would be, not so negative, and do not let it shackle our minds. There is only one word, go ahead and move forward, we do not need a genius or a clever gift, because without hard work, it would not be useful. (THS)