Tertohok aku mendengarkan cerita teman dekatku, dimana semua cerita ini dimulai ketika dia baru saja selesai melakukan proses wawancara di sebuah perusahaan minyak internasional. Dan akhirnya pun mendarat di kupingku. Temanku itu seorang insinyur sipil, yang bekerja disebuah perusahaan engineering, dimana sudah hampir 2.5 tahun dia menggeluti dunia struktur ini. Mungkin saja dikarenakan pengalamannya di dunia engineering sudah hampir 3 tahun, dia menjadi percaya diri ketika melamar pekerjaan di owner perusahaan minyak. Namun ketika proses wawancara ini sedang dilakukan, semua tingkat percaya dirinya hancur, semua ilmu engineering yang di agung agungkannya mendadak sirna, kaki nya pun mendadak lemas tak mampu untuk sekedar menopang badan. Untung saja teman ku tersebut masih dapat mengontrol dirinya, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“lha emang kamu ditanyain apa to?” kataku sembari menuangkan segelas air putih untuknya.

“kamu kan tahu, selama ini, kita bekerja kan hanya dikantor saja, berkutat dengan urusan engineering” sahutnya..

“lhooo..bukanya kamu disana juga sebagai seorang engineer yang bekerja di balik layar komputer?” sergahku

“sek to, kamu itu sukanya motong cerita orang saja. Memang benar kerjanya dikantor dan didepan layar, namun ketika mereka menanyakan, apakah aku sudah pernah mengerjakan cut n field, proses penimbunan tanah, proses pengaspalan. Aku menjawab aku belum pernah, kalau secara teori aku sudah pernah mengerjakan, tapi prakteknya aku nol besar. Kamu paham kan maksudku?

+++++

Terus terang hal itu sangat menohok pikirku, aku mencoba untuk mengurai lagi tentang pengalaman kerjaku, dan aku merasa takut dikarenakan aku belum pernah sekalipun terjun ke lapangan untuk mengatasi semua persoalan yang terjadi selama dalam pengerjaan proyek. Secara engineering aku siap diadu dengan siapapun, namun ketika ada masalah yang terjadi dilapangan, aku mungkin bisa menyelesaikannya dengan memerlukan waktu yang lebih panjang.

Semua itu akan menjadi komplit dan saling melengkapi, ketika teori itu dipadukan dengan prakteknya. Pun demikian dengan seorang engineer, entah itu dari disiplin ilmu teknik apapun, mereka akan lebih diakui dan dihargai jika bisa memadukan semua nilai teroritis dengan dipadu ilmu realnya. Pernahkah anda berpikir untuk melengkapi ilmu yang Anda miliki saat ini, apakah Anda sudah puas dengan semuanya? Cobalah untuk merenungkan semua itu, semua yang mengalir dalam hidup mu, dan lengkapilah selagi Anda bisa melengkapinya. Karena jika kita ingin lebih meningkatkan ilmu, peran, jiwa kepemimpinan, problem solving dan menjadi seorang engineer yang mempunyai bendera berkibar terang, maka lengkapilah itu semua, janganlah berpuas diri, janganlah terjebak dengan zona kenyamanan, cobalah untuk sedikit menciptakan ombak dalam karir anda, karena dengan tantangan, maka kita akan dapat lebih berkembang dengan optimal. (THS)