Minggu ini tepat tanggal 3 dan 4 juli 2010 di Plasa Selatan Gelora Bung Karno Senayan, diadakan acara tahunan rutin dari Kecap Bango, yaitu Festival Jajanan Bango. Berhubung tahun yang lalu terlewatkan, maka pada even kali ini saya berusaha untuk meyambanginya.

“welcome to kampung Bango”

Lengkap dengan bermodalkan perut keroncongan yang belum saya isi dari pagi, hari minggu 4 juli kemaren saya bertolak ke Senayan. Berangkat Dari Mampang Prapatan dengan naik kendaraan seadanya, dan 30 menit berselang saya tiba juga ditempat Kecap Bango punya gawe. Jam telah menunjukkan pukul 12.30, nampak suasana Kampung Bango pun teramat semarak, meskipun cuaca siang itu sangat terik dan membuat keringat ini terus menetes dengan derasnya dari wajah maupun sekujur tubuh.

“ramee..”

Akan tetapi itu semua tidak menyurutkan tekat dan niat saya untuk mencicipi semua masakan dan hidangan yang telah tersaji dan mengajak perut ini untuk segera menari.

“Liat Gerobaknya dolo, baru nyicipin masakannya”

Bingung, itu yang saya alami, begitu banyak hidangan lezat dan cantik menggoda, kepulan asap, bercampur dengan bumbu2 khas yang silih berganti masuk dan menari di hidung saya.

Akhirnya saya putuskan untuk mencoba sate Maranggi, baluran daging ayam dan sapi berbumbu yang dipanggang dengan arang, telah membikin stand ini dipenuhi orang untuk mencicipinya.

“Membakar sate..harumnnyaaa”

Beringsut saya stand disampingnya yang menjual mie aceh, langsung saja saya memesan satu porsi mie aceh lengkap..hummmm nikmatnya. Tidak lupa pula es serutan timun yang sangat segar menemani mie aceh dan sate maranggi.

“Menikmati Mie Aceh”

Namun perut ini masih saja ingin dimanjakan dengan masakan yang laen, dan pilihan saya jatuh ke nasi goreng kambing kebon sirih…wuih masih mengepulkan asap yang sangat wangi..

“kepulan asap dan bumbunya…nikmat”

Satu dua tarikan nafas untuk sekedar melemaskan otot perut, dan pandangan mata ini langsung tertuju ke martabak Kubang, dan masuk juga Martabak satu porsi ini kedalam perut saya😀

“martabak porsi kecil”

Weittsss…kok banyak sekali yang mengantri di stand tahu goreng, dikarenakan saya penasaran, langsung saja saya indent memesan tahu goreng itu. Sembari menanti matangnya tahu goreng, saya menikmati es cincau dan es lilin yang sangat menyegarkan disiang yang terik itu.

Penantian lama akan tahu tadi terbayar tuntas, dengan empuknya dan nikmatnya tahu goreng yang dipadukan dengan sambal kecap yang mengalir dan membasahi tahu itu.

“tahunya sangat empuk dan leleh dalam mulut”

Dengan porsi yang lumayan jumbo, mengakibatkan saya tidak bisa mencicipi semua menu yang ada, namun semua itu terpuaskan oleh beberapa masakan khas Indonesia yang telah sudi singgah bersama saya.

“Sop Buntut”

Semoga saya dapat menikmati wisata kuliner seperti itu lagi dan sukses selalu untuk kecap Bango yang telah memberikan sarana wisata kuliner untuk warga Ibukota dan sekitarnya. Pokoknya kalo ada even makan2 ndak datang, itu rugi dan dosa besar😀 (ths)