Tidak terasa sudah hampir satu bulan perjalanan piala dunia dibenua hitam Afrika. Dua jagoan sang perebut singgasana itu telah ditentukan. Ya, Belanda dan Spanyol, akan saling hantam untuk menjadi sang juara dunia baru. Belanda yang selama ini terkenal dengan julukan Juara tanpa mahkota, pasti akan menebus mahkota ini, setelah kali terakhir menembus final ketika tahun 1978, dimana ketika itu Argentina selaku tuan rumah yang berhak menggenggam supremasi tertinggi ajang pesta rakyat di dunia. Saat itu Belanda dikandaskan dengan skor 3-1. Walaupun ada beberapa bintang yang menolak bermain untuk Timnas seperti Johann Cruyff (Belanda) dan Paul Breitner (Jerman Barat), namun itu tidak menjadikan piala dunia di Argentina yang pada waktu itu dipimpin oleh junta militer di bawah pimpinan Jenderal Jorge Videla yang dituding telah membinasakan 30000 orang menjadi kurang greget.

Adapun skuad Belanda pada waktu menembus final itu ialah :

Jan Jongbloed – Jan Poortvliet, Ruud Krol, Wim Jansen/Wim Suurbier (72), Arie Haan, Rene Van de Kerkhof, Willy Van de Kerkhof, Rob Rensenbrink, Johan Neeskens, Johnny Rep/Dick Nanninga (59), Ernie Brandts
Pelatih : Ernst Happel (Austria)

“Belanda 78”

Dan minggu 11 Juli 2010, Belanda akan menginjakkan kaki di final dan sudah menunggu lawan yang sangat tangguh dan berstatus sebagai juara Eropa, Spanyol.

“Sang Juara Eropa”

Disini saya akan sedikit bergaya sebagai seorang pengamat sepakbola. Okelah mari kita mulai saja analisa amatirnya. Pertarungan kedua jagoan dari Eropa ini, akan sangat ditentukan oleh permainan para gelandang dan pengatur serangan di kedua kubu. Spanyol dengan Xavi Hernandez dan Andress Iniesta dan berhadapan dengan maestro dari Belanda yang diotaki oleh Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Keempat orang inilah  yang akan menentukan ritme dalam pengaturan permainan kedua tim.

“nyawa Spanyol..”

Untuk spanyol pasti akan menerapkan pola penyerangan yang akan ditentukan oleh kedua gelandang jenius ini, mungkin disinilah tugas mark van bommel untuk memastikan bahwa keduanya tidak diberikan waktu untuk berpikir, sehingga pola penyerangan Spanyol akan bisa sedikit terhambat, akan tetapi jika Belanda tidak mewaspadai Xavi dan cenderung memberikan waktu untuk berpikir, alamat hancurlah Belanda. Demikian pula dengan Xabi Alonso harus menjaga kedua gelandang lincah Belanda ini, tugas extra sangat diperlukan, selain lincah dalam mengolah bola, keduanya mempunyai tembakan dari luar kotak yang sangat akurat dan keras, serta kuat dalam eksekusi bola-bola mati.

“Freekick mematikan ala Wesley”

Tugas ekstra juga akan dilakoni oleh kuartet Puyol, Pique, Ramos dan Capdevilla. Jika mereka cenderung naik membantu serangan dan terlambat dalam mengantisipasi serangan balik Belanda bisa menjadikan ancaman serius buat gawang yang dijaga Santo Iker.

David Villa pun akan berusaha untuk memancing pergerakan kedua wing back Belanda untuk berusaha keluar dari daerah pertahanan, sehingga Xavi maupun Iniesta dapat masuk menusuk lewat sayap.

“aksi David Villa sang Goal Getter”

Semoga saja kedua kesebelasan ini nanti akan menampilkan permainan yang terbuka dan tidak memainkan sepakbola pragmatis. Harapan semua umat manusia dunia, pastilah menginginkan pertandingan klimaks dengan banyak gol yang akan tercipta. Dan kita nantikan juara dunia baru itu, apakah negeri Van Oranje asuhan Van Marwijk atau kah Spanyol racikan Del Bosque