Sudah hampir 3th ini saya bekerja dengan teman dengan latar belakang budaya yang berbeda. Banyak hal yang tentu saja menarik dan kadang membikin saya ketawa dengan sendirinya.

“mossi-mossi..”

Itu kata yang sering saya dengar ketika rekan senior saya berasal dari Jepang setiap kali mengangkat telepon, hal ini menjadi lucu dikarenakan saya tidak begitu paham maka itu merupakan hal yg menarik bagi saya pribadi.
Bukan itu saja, namun mereka juga sering kali bergumang dalam bahasa mereka, entah dikarenakan sudah menjadi suatu kebiasan atau kah memang meraka suka menggumang dengan sendirinya, saya tidak mengetahuinya.

Lain halnya dengan mereka yang berasal dari negara India, kebetulan rekan yang pernah bekerja satu tim dengan saya, orangnya termasuk sangat ngeyel, dan kurang dalam bersopan santun, saya sampai jengkel, dikarenakan setiap kali saya memberikan komentar untuk pekerjaan yang dilakukannya dia selalu “ngeles” dan keras kepalanya minta ampun😦

Paling Fair berkerja dengan Bule asing, mereka cenderung lebih bebas namun bertanggung jawab. Dikarenakan mereka lebih cenderung untuk memperhatikan hasil akhir dari pekerjaan yang kita kerjakan.

Dari sedikit narasi diatas, selain perbedaan budaya adakah ada yang melihat persamaanya?

correct…

Bahasa. Kita sebagai orang Indonesia, bertemu dengan Orang India, Jepang, Inggris dll, pastilah dihubungkan dengan bahasa yang sama, bahasa yang memudahkan kita untuk saling mengerti maksud satu dengan yang lain.

“…harus bagaimana kalo tidak bisa…”

Benar bahwa kita tidak dilahirkan dengan bahasa Ibu bahasa Inggris, jadi kita harus belajar lebih keras untuk menguasai Bahasa internasional ini. Setidaknya dengan menguasai satu bahasa ini kita akan bisa berkeliling dunia, namun jika kita masuk ke Thailand hampir banyak penduduknya kurang bisa bahasa ini.. cmiiw

“ahh..sepertinya mudah..”
“iya..memang mudah jika kita mempunyai tekat untuk menguasainya…”

Jadi bulatkanlah tekat untuk menguasai bahasa ini, walaupun cuma satu bahasa asing saja. Banyak keuntungan yang akan kita dapatkan dengan penguasaaan bahasa ini. Tentu dengan banyak berhubungan dengan orang asing, maka bahasa lisan kita akan semakin terasah. Belajar untuk berani mengungkapkan dengan bahasa ini, maka kita akan menjadi lebih bermakna.

Waktu pertama kali saya bekerja dengan foreigner ini, saya sangat “kagok”, saya tahu maksud mereka, tapi lidah ini kelu untuk berbicara..ahh ternyata bahasa enggris sama masih payah. (ths)