Minggu yang lalu 13 Nov 2010, saya pulang ke Yogyakarta. Keadaan pun sudah berangsur membaik, hanya saja masih nampak debu vulkanik halus yang masih terbang terbawa angin. Namun saya tidak sempat untuk ke daerah kaliurang ke atas. Saya mendapatkan informasi dari teman saya, bahwa suasana semakin kondusif, walaupun jakal atas UII masih tertutup.

Selanjutnya perjalanan saya lanjutkan ke Magelang, saya kaget, ketika Bis yang saya naiki mau masuk ke kota muntilan, suasana nya masih seperti kota mati, tidak nampak kehidupan sama sekali, namun begitu menjelang sampai pasar dan terminal muntilan, geliat perekonomian telah nampak. Warga pun sudah mulai untuk membersihkan jalanan dari lumpur vulkanik yang begitu tebal meyelimuti. Dimana karakteristik dari debu vulkanik ini sendiri ialah ketika bersentuhan dengan air akan membentuk suatu lumpur yang sangat liat, sehingga perlu dilakukan pengerukan lumpur.

“jalan berlumpur”

“pohon kelapa pun layu”

“sepi..”

Sampai terminal magelang, debu ini pun  masih tebal dan sangat mengganggu pernafasan. Masih banyak terlihat masyarakat yang mengenakan masker utk melindungi diri dari debu yang konon mempunyai partikel yang tajam ini.

“terminal magelang”

“lengang”

Jogja, Muntilan, Klaten, Boyolali dan semua daerah yang terkena dampak dari Merapi, semoga cepat bangkit, kami akan selalu mendukungmu dengan semua daya dan upaya. Semoga perekonomian juga segera beranjak untuk bergerak, walaupun itu perlahan, semoga Penduduk Merapi segera Bangkit.