Bekerja dengan beragam orang lintas Negara dan lintas budaya, membuat saya semakin percaya diri, melatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa saya, serta semakin mempunyai kemampuan untuk problem solving semakin baik.

Untuk saat ini saya bekerja dengan orang banyak orang dari banyak Negara, seperti Jepang, India, Australia, dan orang Inggris. Banyak orang tentu saja banyak mau dan banyak pemikiran. Untuk yang pertama saya belajar banyak dari rekan senior saya yang kebetulan orang jepang. SI Om, dalam melakukan pekerjaan selalu mengutamakan hal-hal yang major, jadi untuk hal kecil dan tidak mempunyai pengaruh yang besar (cost maupun schedule) maka dia akan mengabaikannya, dan ini saya serap dalam bekerja yang efektif. Kadang kala ada orang dari Australia sana yang mempermasalahkan hal yang sangat sepele dan bukan merupakan suatu big issued, namun saja tetap dipermasalahkan. Pernah kita membuat penjelasan panjang lebar dengan tabel yang berderet deret, namun tetap saja orang tersebut menolak. Ohh crazy requirement.

Selain itu, metode kerja dari Si Om juga saya pelajari, bagaimana bekerja dengan effiesien, bagaimana mengarange semua file (penomoran document, metode penyimpanan, serta alokasi penempatan file-file penting dll) ini semua mungkin hal yang sangat sepele, namun hal sepele in dampaknya sangat besar, apa bila ada seseorang yang menanyakan hal yang berkaitan dengan suatu file, drawing ataupun email yang berkaitan langsung dengan pekerjaan. Selain itu si Om mengajarkan untuk tidak panik jika ada sesuatu hal yang ungent, walaupun pernah suatu saat si Om menjadi jengkel karena adanya permintaan yang tidak masuk akal dari Q captain. Akhirnya saya yang harus mengedit semuanya, dan akhirnya dengan persetujuan si Om dikirim juga ke Q captain.

Kenapa hal itu bisa semakin membuat PD?

Pertama bekerja dengan expat, bekerja dengan berbagai macam kulture budaya, berhadapan dengan berbagai pemikiran dan tingkat ego yang kadang-kadang masih muncul. Kadang kala kita bisa dibuat jengkel dengan berbagai persyaratan yang tidak masuk akal, dan terkesan mencari cari. Mungkin pada awalnya kita akan minder, namun begitu kita sudah settle, maka hal itu bukan menjadi suatu masalah lagi. Selanjutnya tinggal kita hajar saja mereka.

Selain itu, seringnya kita meeting dengan para expat tersebut membuat nyali ini semakin besar dan semakin membulatkan tekat bahwa kita itu bisa sejajar dengan mereka dan menghilangkan pola pikir bahwa kita itu kurang pintar dari mereka, namun kenyataannya kita itu bisa sejajar dengan mereka dan bahkan lebih lagi. So kenapa harus  minder jika bertemu dengan orang asing. Hadapi saja. Toh juga mereka juga manusia yang makan nasi dan minum air.. J

Kita harus lah mengubah pola pikir kita, ketika kita bertemu dan bekerja dengan orang asing, bahwa kita juga bisa mensuperviser mereka, kita juga bisa menjadi checker buat mereka, just prove it yourself with a good work.

Jadi mari kita bersama berlomba untuk meningkatkan ke PD an kita.

-tHs-