saya pernah menulis mengenai masalah HAZOP (Hazard and Operability Study) kalau bahasa sederhananya ialah berpikiran negatif. kita perlu melakukan negatif think ini untuk menganalisa apakah desain kita sudah sesuai dengan standar, requirement maupun dari sisi safety. karena, jika kita berpikiran positif bahwa desain kita sudah aman, bisa diyakinkan nanti pasti akan terjadi kegagalan dalam desain.

kenapa sih kita melakukan berpikiran negatif ini, antara lain untuk menganalisa semua kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi (lebih baik mencegah dari pada mengobati). Nah bagi engineer, scientist (yg saya tahu) kita melakukan hal ini. jadi tidak selamanya berpikiran negartif itu buruk, tergantung konteksnya dimana (tidak bisa nggebyah uyah).

kita pun dapat melakukan ini dirumah, seperti ketika kita meletakkan tabung elpiji, mesti kita berpikir, kalau kita tempatkan di tempat yang saluran udara kurang baik maka akan bisa dimungkinkan meledak jika bocor (ini berpikir negatif untuk membuat pencegahan atas peristiwa yang mungkin akan terjadi), meletakkan colokan listrik pasti mikir kalao ditempatkan sembarang bisa disentuh putra putri kecil kita. ini hanya contoh sederhana dalam berpikiran negatif

jadi kita harus bisa tahu kapan berpikiran positif kapan harus berpikiran negatif.

sebuah analisis yang dilakukan ketika Project dieksekusi, biasanya ketika project mencapai 40%, 80% dan 100% biasanya akan dilakukan Hazop analisis. Namun kesepakatan ini bisa berbeda utk setiap project, dikarenakan kemauan dari klien sendiri. analisis ini dilakukan untuk memeriksa apakah dalam desain itu ditemukan potensi2 yang bisa menimbulkan kecelakaan, dalam bahasa sederhana ialah, kita berandai andai jika terjadi bahaya.

bagaimana caranya, dikarenakan saya menulis ini untuk keperluan sehari hari, maka simple saja. coba lihat ilustrasi dibawah ini :

pada gambar diatas, banyak sekali masalah Hazardous yang bisa timbul :
1. Kondisi ruangan pastilah panas, dikarenakan atap dari seng, walaupun ada AC
2. Peletakan AC juga tidak pas, dikarenakan ada kompor dibawahnya
3. Selang elpiji mempunyai peluang menimbulkan kebakaran
4. Penempatan beras juga tidak pas
5. Pintu dilist dengan karet.
6. Tabung elpiji seharusnya tidak ditempatkan diruangan tertutup dikarenakan jika bocor pastilah akan meledak akibat panasnya suhu ruangan yang dihasilkan oleh atap seng.
7.

nah, coba mas mas dan mba mba liat liat deh rumahnya, apakah ada potensi yang bisa menimbulkan Hazardous?
berandai andainya pun mudah :

Deviation = guide word + parameter

kebakaran = tidak ada ventilasi + LPG bocor atau udara panas + LPG bocor
perabot jatuh =  tidak ada pengaman + letak tinggi
terjatuh dari tangga = tanpa + handrail
kesetrum = tanpa pengaman + colokan atau tanpa isolator + kabel

dll

jadi sangatlah simple, dan ini mudah dilakukan dirumah. apalagi yang sudah mempunyai putra putri kecil, layaknya kita harus lebih aware tentang safety ini.
mari kita mengamati rumah kita masing2 untuk menciptakan rumah yang aman dan nyaman untuk ditinggali