Minggu kemaren saya pas pulang jogja, sembari menunggu kereta Bima yang akan membawa saya kembali lagi menuju ke ibukota, saya menyempatkan diri berjalan2 di malioboro, entah sudah berapa lama kaki ini tidak menapak santai di sore hari di kawasan malioboro. Di perempatan kantor pos Gede saya duduk sejenak sembari menikmati semangkuk kecil ronde seharga 4000 rupiah. Dijakarta saya sering makan dan minum ronde ini didaerah pasar minggu, namun tetap saja ronde yang dimakan di kota jogja lebih enak. entahlah.

“ronde”

Sembari menikmati ronde saya teringat sebuah bahilo yang terpasang di stasiun tugu, yaitu mendukung jogja bebas bau 2011, saya baru tahu kalau ada kegiatan positif ini, entah karena saya jarang memperhatikan jogja dengan lebih detail atau kah program ini kurang sound ke khalayak. Tentu saja, jika pada 2011 ini jogja bisa bebas bau hal itu akan menjadi sebuah prestasi yang sangat luar biasa, terlebih surabaya juga mulai bergerak untuk membersihkan daerahnya, dan tentu saja solo yang terus bergerak di bawah pak Jokowi. Sebuah program yang tentu saja harus mendapatkan dukungan dan sokongan dari masyarakat jogja dari semua elemen.

Akan tetapi 2011 tinggal menghitung bulan, tepatnya tiga bulan lagi tahun ini akan berakhir dan bau itu masih saja ada di malioboro. Saya hanya mengamati di malioboro saja malam itu, masih tercium aroma pesing yang menyengat, entahlah apakah para pelaku dan penggerak ekonomi di malioboro tidak mengetahui adanya program bebas bau itu? ataukah masih kurangnya kedisiplinan untuk menjaga kebersihan? entahlah.

“di stasiun Tugu”

Ronde itu pun semakin lama semakin habis, ingin menambah barang satu mangkuk kecil, namun hal itu tidak akan menjadi sebuah rasa yang spesial.
Saya sendiri sangat menginginkan jika hal itu bisa terlaksana, jogja bebas bau, walaupun realisasinya tidak bisa tahun ini, atau tahun depan barangkali, namun semoga saja bisa segera terlealisasikan.
Pukul 21.20 saya melangkahkan kaki ini menuju ke stasiun sambil tetap mencium bau pesing itu yang masih menyeruak dibeberapa titik, langkah kaki gontai ini tetap melangkah menyusuri jalanan yang hampir selalu ramai itu.

Kereta pun tiba pukul 22.10 menit dan kaki ini melangkah menuju gerbong 2 kursi 3D, segera ku meniup bantal untuk leher dan kemudian saya telah terlelap, mungkin malam itu saya sudah bermimpi jogja yang bebas bau.