Buzz…

Dari zaman mempergunakan MIRC, Yahoo Messanger, Skype sampai aplikasi modern yang langsung terintegrasi ke ponsel seperti BBM, Whatapps, chat on dll, aplikasi ini sudah sangat berkembang dengan pesatnya dan dengan tampilan yang sangat user friendly semakin memudahkan kita untuk menjalankannya. Tentu saja dengan semakin majunya sebuah tehnologi akan semakin memudahkan kita untuk saling berkomunikasi. Saya masih ingat chat pertama saya dengan teman di tekim, dengan mempergunakan aplikasi Yahoo Messanger atau lebih populer dengan singkatan YM, saya berbicara dalam bahasa tulisan dengan teman saya tersebut. Ternyata hal itu sangat menyenangkan, dan yang jelas murah meriah untuk ukuran kantong mahasiswa. Sewaktu kuliah, saya sering akses internet di Blangkon net, selatan Fisipol sekip, kadang bisa sampai berjam2 menghadap layar monitor.

Dengan adanya fasilitas YM ini, bisa mendekatkan yang jauh menjadi lebih dekat, apalagi rencananya tahun ini semua wilayah di Indonesia sudah bisa terjangkau fasilitas internet, dan Pak Menkoinfo TS mengatakan bahwa tarif Internet akan semakin murah lagi. Saya jadi ingat, beberapa waktu lalu waktu bertemu dengan om NL, beliau mengatakan bahwa sebenarnya saluran utama dari dunia maya ini (khususnya untuk Indonesia) masih sangat kosong dan lalu lintas data masih sangat kecil dari kapasitas sebenarnya yang sangat besar. Analogi sederhana nya ialah, misalnya pipa utama itu berukuran 48 inch maka saluran-saluran kecil penghubung baru 0.5 inch saja. Nah oleh karena itu, koneksi internet di Negara ini sangat busuk😦.

Nah kembali lagi ke chating, sebenarnya jika koneksi sudah sangat baik, maka jarak akan semakin tidak menjadi sebuah masalah dan dunia ini akan semakin kecil saja. Tidak akan banyak DC DC an lagi, dan layar Skype akan jernih tanpa terputus putus. Ya, you can grab earth in your hand. Namun bagaimanakah dampak dari chating ini sendiri?

Dampak Chating

Seperti mata uang, tentu saja ada dua sisi yang berbeda, side A dan side B. Bagi keluarga yang berpisah jarak dan ruang, keberadaan fasilitas ini sangat membantu untuk berkomunikasi dengan keluarga, saling menatap walaupun itu hanya sebatas gambar di dunia maya. Selain itu pula, kita akan lebih mudah akrab dengan teman yang mungkin baru kita kenal, PS juga bisa🙂.

Untuk sisi yang lain, mungkin kita akan menjadi seorang yang akan cenderung sedikit tidak mau melihat ke dunia luar. Oh ya? Ketika kita sedang sibuk melakukan chating dengan teman kita, padahal kita sedang berkumpul/ kopdar/ munas/ rapat dengan temans nyata, mungkin akan sedikit terlihat bahwa kita sedikit egois dan tidak memperhatikan sekeliling dengan lebih fokus. Ya, kita akan lebih kehilangan fokus untuk tetap memperhatikan hal yang seharusnya kita perhatikan.

Hal ini mungkin juga disebabkan oleh budaya kita yang sangat suka dengan sebuah komunitas, apapun wadahnya dan bagaimanapun typenya. Kalau kita mengambil slogannya Nokia “connecting people”, maka chating ini juga salah satu sarana untuk menghubungkan orang.