Archive for June, 2012



Run out of idea

Sering kali saya kehabisan ide untuk sekedar menulis, inspirasi itu benar2 kosong melompong. Bagi saya hal seperti ini seperti membunuh dan mematikan semua logika serta pikiran saya untuk lebih maju lagi. Terutama untuk mendapatkan dopamine otak saya, dan lebih diperparah lagi hal itu sering berefek ke muka saya menjadi kusut dan perlu di setrika. Ya its true.

Bagi saya menulis merupakan sebuah olahraga untuk otak saya, mungkin saja itu hanya sebuah tulisan bodoh, dummy, namun untuk menuliskan ide ke dalam sebuah tulisan memerlukan kombinasi khayalan yang kadang membuat otak ini berpikir extra keras. Banyak hal yang tentu saja saya lakukan untuk selalu mengaliri otak ini dengan ide, banyak membaca, banyak melihat lingkungan, namun kalau semua itu sudah tidak mempan untuk menumbuhkan ide, saya harus pergi ke tempat baru. Its happen when I goes to Rambut Island.

Kadang kala, kita mempunyai banyak ide, namun sangat susah bagi kita untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. Bagaimana orang lain bisa tahu ide kita jika kita tidak menyampaikan gagasan kepada orang lain? Saya masih ingat pada tahun 2008 saya masih tidak bisa menulis dengan lancar. Dolo sewaktu kuliah hanya sempat satu dua kali menulis, termasuk mengenai mesin fluida. But then it stopped. Walaupun hal itu terhenti, namun hati ini selalu meronta ronta ingin menulis. Akhirnya banyak novel saya lahap, banyak cerita fiksi saya lahap dan akhirnya putaran rantai di otak saya bisa berjalan dengan lebih mulus lagi.

Nah, ini baru dari saya, kalau misalnya dari teman2 semua bisa menuliskan gagasannya menjadi sebuah tulisan sederhana, barangkali aka nada banyak sekali tulisan yang berwarna. Yang simple sajalah.

Yang pinter masak bisa saja menuliskan resep masakan, terdengar bodoh? Tentu saja tidak, kalau hal ini yang muncul, maka anda belum pede dengan tulisan sendiri.

Yang pinter ngoprek gigi, bisa nulis cara merawat gigi.

Yang pinter ndongeng, bisa menulis dongeng

Yang pinter nulis puisi bisa menulis puisi

Yang pinter photograpy bisa menulis trik dan tip poto

Dan lain lainnya…

Kalau belum mau muncul juga tulisannya, sudahlah diskripsikan saja tempat tinggal anda, jalan menuju kantor, ketemu siapa saja, bagaimana mood anda, bagaimana hari anda. Pastilah akan banyak sekali cerita sosial yang bisa terekam dalam kejadian selama satu hari anda.

Berani menuliskannya?


Sedikit cerita ketika pulang dari pulau Rambut. Sewaktu kapal itu berlayar menuju ke kembali ke daratan, saya sempat ngobrol satu duwa patah kata dengan mba Any Re. Beliau dari psikologi UGM angkatan 88. Obrolan ringan pertama ialah membahas masalah psikologi klinis. Sungguh sangat menarik sekali kalau masalah psikologi klinis itu diangkat ke permukaan.

Banyak sekali yang bisa diulas dan dibahas. Kebetulan beliau bekerja di RSUJ di magelang, dan semua psikolog di tempat itu banyak yang perempuan, hanya ada satu yang laki-laki. Nah, ketika mendengar cerita ini, pikiran saya kemudian meluncur ke penjara di Miami, sebuah penjara dengan beberapa kelas sistem pengamanan, mulai dari kriminal kelas kacang sampai kelas sadis. Ada sebuah kesamaan, yaitu banyak juga sipir perempuan disana. Nah, yang menjadi persoalan disana ialah para napi tersebut ketika melihat sipir perempuan mereka melakukan kegiatan mastursaru. Oh my dog. Tapi syukurlah tidak terjadi di RSUJ nya mba Any Re. Hanya saja ketika beliau menghadapi pasien cowok selalu ada pendamping.

Ngeri juga, saya membayangkan perubahan kepribadian yang mungkin bisa saja terjadi (kalap, marah dll) ketika proses konsulatasi itu sedang dilaksanakan. Namun beliau enjoy dan menikmati itu semua. Pasien yang sangat menyebalkan ialah penderita narkoba, karena banyak dari mereka yang tidak sadar bahwa hidupnya itu terancam, dan mereka tidak ingin sembuh. Hal konkrit yang bisa terlihat ialah, ketika pecandu itu diantar oleh keluarga, pacar, kerabat untuk berobat. Nah, kata kunci ada pada kata diantar, karena disini si penderita itu sudah tidak ada niatan dari dalam dirinya untuk sembuh dari ketergantungan. Benar juga, kalau dorongan itu tidak berasal dari dalam diri sepertinya akan sangat susah dan akan kembali lagi untuk ke tempat kubangan itu. Yang lebih parah lagi ialah dipaksa untuk sembuh (ya, walaupun untuk kebaikan namun sepertinya akan sangat susah untuk sembuh).

Selain itu ngobrol juga mengenai masalah anak2 dengan kepribadian spesial, dan beliau juga menyebut bahwa peran dari lingkungan sekolah itu juga bisa banyak menstimulus mereka untuk lebih maju. Jadi stimulus serta perkembangan itu juga bisa beragam, tidak hanya dengan anak2 sesamanya namun dari pergaulan yang lain. Nah dilingkungan ini kita semua harus support saudara2 kita tersebut.

Topik selanjutnya ialah, masalah kebosanan di tempat kerja. Bosan dengan tempat kerja? Ya ciptakan tantangan supaya tidak bosan, itu topik selanjutnya. Kadang kala kita atau mungkin saya sering kali dilanda kejemuan ditempat kerja, jenuh dan bosan akan semuanya. Nah, sarannya ialah ciptakan tantangan itu, bunuh kebosanan itu. Jika memang masalah nya pada kebosanan, buang dan hadapi dengan sebuah tantangan yang lebih menyenangkan.

Sepertinya masih banyak lagi yang bisa dibahas, namun kapal ini tidak terasa sudah berada ditepi daratan.