Sedikit cerita ketika pulang dari pulau Rambut. Sewaktu kapal itu berlayar menuju ke kembali ke daratan, saya sempat ngobrol satu duwa patah kata dengan mba Any Re. Beliau dari psikologi UGM angkatan 88. Obrolan ringan pertama ialah membahas masalah psikologi klinis. Sungguh sangat menarik sekali kalau masalah psikologi klinis itu diangkat ke permukaan.

Banyak sekali yang bisa diulas dan dibahas. Kebetulan beliau bekerja di RSUJ di magelang, dan semua psikolog di tempat itu banyak yang perempuan, hanya ada satu yang laki-laki. Nah, ketika mendengar cerita ini, pikiran saya kemudian meluncur ke penjara di Miami, sebuah penjara dengan beberapa kelas sistem pengamanan, mulai dari kriminal kelas kacang sampai kelas sadis. Ada sebuah kesamaan, yaitu banyak juga sipir perempuan disana. Nah, yang menjadi persoalan disana ialah para napi tersebut ketika melihat sipir perempuan mereka melakukan kegiatan mastursaru. Oh my dog. Tapi syukurlah tidak terjadi di RSUJ nya mba Any Re. Hanya saja ketika beliau menghadapi pasien cowok selalu ada pendamping.

Ngeri juga, saya membayangkan perubahan kepribadian yang mungkin bisa saja terjadi (kalap, marah dll) ketika proses konsulatasi itu sedang dilaksanakan. Namun beliau enjoy dan menikmati itu semua. Pasien yang sangat menyebalkan ialah penderita narkoba, karena banyak dari mereka yang tidak sadar bahwa hidupnya itu terancam, dan mereka tidak ingin sembuh. Hal konkrit yang bisa terlihat ialah, ketika pecandu itu diantar oleh keluarga, pacar, kerabat untuk berobat. Nah, kata kunci ada pada kata diantar, karena disini si penderita itu sudah tidak ada niatan dari dalam dirinya untuk sembuh dari ketergantungan. Benar juga, kalau dorongan itu tidak berasal dari dalam diri sepertinya akan sangat susah dan akan kembali lagi untuk ke tempat kubangan itu. Yang lebih parah lagi ialah dipaksa untuk sembuh (ya, walaupun untuk kebaikan namun sepertinya akan sangat susah untuk sembuh).

Selain itu ngobrol juga mengenai masalah anak2 dengan kepribadian spesial, dan beliau juga menyebut bahwa peran dari lingkungan sekolah itu juga bisa banyak menstimulus mereka untuk lebih maju. Jadi stimulus serta perkembangan itu juga bisa beragam, tidak hanya dengan anak2 sesamanya namun dari pergaulan yang lain. Nah dilingkungan ini kita semua harus support saudara2 kita tersebut.

Topik selanjutnya ialah, masalah kebosanan di tempat kerja. Bosan dengan tempat kerja? Ya ciptakan tantangan supaya tidak bosan, itu topik selanjutnya. Kadang kala kita atau mungkin saya sering kali dilanda kejemuan ditempat kerja, jenuh dan bosan akan semuanya. Nah, sarannya ialah ciptakan tantangan itu, bunuh kebosanan itu. Jika memang masalah nya pada kebosanan, buang dan hadapi dengan sebuah tantangan yang lebih menyenangkan.

Sepertinya masih banyak lagi yang bisa dibahas, namun kapal ini tidak terasa sudah berada ditepi daratan.