Beberapa waktu yang lalu, saya baru saja menyelesaikan sebuah kegiatan pre commissioning dan commissioning untuk dehydration unit package. Sebuah unit yang dipergunakan untuk menyaring kadar air yang terkandung dalam gas. Ketika gas itu akan dijual, kadar air yang terkandung dalam gas, harus lah seminimal mungkin. Dalam kasus yang saya hadapi, kandungan air dalam gas setelah keluar dari dehydration unit ini ialah <= 7 mmscfd.

Selain untuk dijual, gas dari unit ini dipergunakan untuk bahan bakar Gas Turbine Generator dan Thermal Oxidizer. Prinsip dari Dehydration unit ini sebenarnya sangatlah sederhana, yaitu dengan menkontakkan Gas dengan Glycol dalam contactor. Gas, setelah di olah dari beberapa sistem upstreamnya (seperti GSU, AGRU, dan CTU) kemudian sebelum di jual lewat metering, gas tersebut di olah di unit ini untuk mendapatkan kadar air yang di inginkan seperti dalam desain.

Dalam unit ini ada beberapa equipment utama yang harus ada diantaranya ialah:

1. Tower / Contactor

2. Reboiler dan Surge Drum

3. Flash Separator

4. Cold Heat Exchanger

5. Hot Heat Exchanger

6. Sock Filter

7. Carbon Aktif Filter

8. Pot Drum

9. Glycol Pump

10. Still Column

Sebenarnya dari beberapa unit diatas masih ada tambahan unit, untuk memanfatkan gas buang dari sistem kemudian dimasukkan kedalam sistem sebagai bahan bakar dari burner untuk memanaskan Rich Glycol dan menguapkan kadar airnya dan kemudian dibuang ke open drain dari plan.

Pada awal tulisan ini saya ingin membahas secara sederhana dulu saja mengenai proses dehydration ini. Wet gas, masuk kedalam contactor, kemudian lean glycol dari system melakukan contact dengan wet gas di dalam packing yang dipasang di contactor. Air akan terserap oleh Glycol dan Rich Glycol kemudian akan disirkulasikan kembali ke dalam sistem dehyration. Dimana rich glycol tersebut akan dipisahkan dari condensate yang mungkin terbawa, air dan h2s yang masih ada.

DHU

    “DHU under construction”

    Bersambung