Category: Aktivitas ku


Berkarir di Oil dan Gas


Banyak walaupun tidak semuanya, pasti menginginkan bisa berkarir dan bekerja di industri ini. Namun dengan persaingan dan seleksi yang sangat ketat (terlebih untuk seorang Fresh graduate), mulai dengan adanya persyaratan IPK yang tinggi (utk beberapa owner oil gas ada yang mensyaratkan IPK diatas 3.5). dikarenakan kemungkinan banyaknya peminat (pelamar), maka salah satu saringan untuk menjaring para karyawan ialah dengan penerapan syarat IPK ini.

lah mas, IPK ku pas2an je, tapi aku kepingin berkarir di oil dan gas, kira-kira bisa apa ga?”

Le, kamu bisa saja masuk dalam industri ini, kamu jangan hanya melihat bahwa oil dan gas itu : Pertamina, Chevron, BP ataupun perusahaan2 penghasil minyak lainya

loh, bukanya perusahaan minyak itu kan yang mas sebutkan tadi to?

wealah Le, kalau begitu pengetahuanmu tentang industri ini masih sangat jauh dari kurang, apa kamu selama kuliah tidak pernah surfing-surfing di dunia maya tentang apa dan bagaimana industri ini bergerak? Lah kalo begitu, malu lah kamu sama almamater kamu.”

wah mas iku mbok jangan nyindir aku

Di industri ini, kalo aku ibaratkan sebagai piramida makanan, maka posisi yang paling atas ya seperti perusahaan yang aku sebutkan baru saja itu, mereka di sebut sebagai owner/ client, dikarenakan merekalah yang memiliki sumur/ ladang minyak ataupun gas. Sedangkan posisi kedua ada yang dinamakan kontraktor (EPC).

sek..sek..sek..mas..EPC kui opo?

Begini, EPC ialah kepanjangan dari Engineering, Procurement dan Construction. Jadi mereka inilah yang melakukan project eksekusi, ketika Owner ingin membangun Plant LNG, refinery, Petrochemical, baik itu plant baru ataupun modifikasi plant. Untuk membangun dan mendesain suatu refinery plant, diperlukan waktu yang lama. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, misalnya fase : FEED (Front End Engineering Design), Tender, Detail Engineering, fase konstruksi serta fase commissioning.

walah mas, mbok penjelasanya pelan2, apa itu FEED, commissioning?

lah kamu itu Le, uda sering interupsi2, makanya dengerin dulu kronologisnya. Pada awalnya kan kamu yang lulusan kemelut ini ingin bekerja di oil dan gas kan? Kita kembali lagi ke topik awal

Kemudian ada posisi ketiga, yaitu sub contractor/ Vendor, yaitu perusahaan yang mensupplai semua equipment untuk pembangunan plant tersebut. Disini aku hanya akan melihatnya dari sisi mechanical, dikarenakan latar belakangku sebagai seorang mech eng.

kamu sudah paham maksudku belum le?

ooo..sepenangkap saya, misalnya kita tidak bisa masuk langsung ke Owner, kita bisa mencoba untuk masuk dari kontraktor yang bergerak di oil, dan jika kita belum ada pintu ke kontraktor, berarti kita bisa masuk dari Vendor ya mas?”

tepat..itulah salah sepuluh jalan masuk ke industry ini.”

Sebagai seorang mech eng, apakah kamu sudah tahu akan ngapain saja Le?”

Seorang mech eng itu bisa masuk ke dalam : static engineer, rotating engineer, machinery engineer. Walaupun tidak dimungkinkan kita bisa masuk ke Project manajemen, Supply chain dll. Namun disini akan kujelaskan dari sisi seorang mech eng saja.

Static engineer : ialah engineer yang mempunyai job desk mendesain equipment yang diminta oleh seorang process engineer, seperti Pressure Vessel, Heat Exchanger, atmospheric tank, Filter, Reactor dan peralatan pendukungnya seperti platform dll.

(contoh perusahaan yang bergerak dalam bidang ini seperti : Daekyung Indah Heavy Industri di cilegon, Puspetindo di Gresik, Timas, Grandkartech, HEI, Barata, Dosan Mecatec Korea dan masih banyak lagi.

Rotating engineer : ialah seorang engineer yang mempunyai tugas mengurusi segala sesuatu yang berputar, seperti Pompa, Turbin gas, Kompressor.

(contoh perusahaan : NTP, torishima dll)

Machinery engineer : ialah seorang engineer yang mengurusi belt konveyor, pengangkat dan pengangkut dll.

(maaf ga apal semua perusahaannya)

sekarang apakah kamu bisa semakin jelas melihat jalannya Le?”

Ketika memang takdir kamu mengharuskan kamu berkarir dari paling bawah, ya coba kamu jalanin saja, tidak sedikit temenku yang bekerja dari Vendor terus langsung ke Owner, tanpa melalui fase kontraktor terlebih dahulu.

Oke kalau begitu sekarang kita berandai-andai saja, kamu masuk dari Vendor Static equipment, disana kamu bertanggung jawab untuk proyek punya Pertamina, maka kamu harus bekerja secara maksimal. Jika pekerjaanmu maksimal dan hasilnya memuaskan, maka kamu akan mempunyai nilai positif di mata karyawan Pertamina, dan kemungkinan juga, kamu bisa masuk ke sana bukan, atau katakanlah kamu sudah mempunyai relasi di Pertamina. Dan perlu kamu ingat, bahwa kita akan sering bertemu dengan orang yang sama di dunia oil yang kecil ini, di proyek A kamu bertemu dengan X, maka kemungkinan di proyek B kamu akan bertemu dengan X juga.

Kalau kamu memang bisa melihat semua peluang ini, kenapa tidak kamu mencobanya. Jadi ketika peluang masuk ke owner secara langsung “angel”, coba masuk dari kontraktor, dan jika dari kontraktor pun masih dirasa sulit, bisa dimulai dari Vendor. Maka jika memang kamu ingin bermain dalam industry ini,  Jangan lah kamu lebih mementingkan Gengsi kamu walaupun kamu harus memulainya dari tahap paling bawah, dikarenakan kamu tidak makan dari Gengsi kan?

-disambung besok lagi ya Le..-

Advertisements

Mengenal EPC yuukk…


Sudah 2 tahun ini saya menggeluti dunia engineering. Dunia yang penuh rekayasa dengan perhitungan-perhitungan yang komplek. Sebagai seorang lulusan teknik mesin, dunia yang saya geluti saat ini tidak jauh berbeda dengan dunia kuliah, yaitu perhitungan. Namun disini lebih spesifik lagi, dan lagi saya berpetualang dalam dunia EPC (Engineering, Procurement dan Construction) atau dengan kata lain kontraktor yang bergerak dalam dunia oil and gas.

Dalam dunia EPC ini, semua disiplin ilmu Teknik menjadi satu, saling kait mengait. Adapun disiplin tersebut ialah : Teknik Kimia (process engineer), Teknik Mesin (Static engineer, Rotating engineer, Piping Engineer, Package engineer), Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Fisika Teknik. Dari berbagai disiplin inilah yang akan bahu membahu dalam mendesain suatu plan.

Sebagai seorang mechanical saya bertanggung jawab dalam masalah desain untuk proses equipment. Proses equipment itu ialah suatu peralatan yang dipergunakan dalam suatu plan refinery, LNG ataupun petrochemical untuk memproses fluida sehingga akan kita dapatkan produk seperti yang kita inginkan. Adapun equipment yang dipergunakan ialah seperti : pressure vessel (bejana tekan), Heat Exchanger (alat penukar panas) dan Tank (tangki penyimpan fluida)

Seorang lulusan mechanical engineer, ketika masuk dalam dunia EPC ini, mereka bisa menjadi seorang static engineer, rotating engineer, piping engineer ataupun package engineer (machinery). Untuk definisi singkat dan scope pekerjaan seorang mechanical engineer ialah :

Static engineer: engineer yang mempunyai tugas untuk mendesain  proses equipment seperti penjelasan diatas. Selain mendesain pressure vessel, HE dan Tank, dalam disiplin ini ada juga yang bertugas untuk medesain flare, boiler dan peralatan yang berhubungan dengan suhu tinggi.

“Bejana tekan (www.centralfabricators.com/productspressureve)”

“H.E. (www.fourinox.com/?page_id=30)”

“atmospheric tank (www.wins-ndt.com/tank_shell_inspection_acoust)”

Rotating engineer: seorang engineer yang mempunyai scope pekerjaan berhuubungan dengan pompa, kompresor, dan turbin.

“pompa (www.itrademarket.com/…/307083/pump-pompa.htm)”

Piping Engineer: seorang engineer yang mempunyai tugas untuk mendesain dan menentukan layout dari sistem perpipaan, dalam bahasa biologi nya piping ini seperti pembuluh darah dalam badan kita.

“sistem perpipaan (www.ponticellinigeria.com/piping.htm)”

Package engineer: pekerjaan yang lebih komplek dilakukan oleh package engineer, yaitu dalam suatu package, suatu peralatan tersebut bisa terdiri dari berbagai macam, seperti vessel, pompa, piping dan instrumentasi.

Lebih lanjut saya akan mengupas sedikit yang saya ketahui dan pahami, yaitu yang berhubungan dengan static equipment. Bagaimana kita mendesai, bagaimana kita menghitung serta code-code yang dipergunakkan dalam mendesain equipment tersebut.(ths)