Category: Dunia Engineering ku



saatnya untuk mengelola inbox dengan Filter, untuk di email yahoo pernah saya bahas sebelum nya, saat ini saya akan menulis bagaimana cara setting filter utk gmail. apalagi kalau kita mengikuti puluhan milis, makanya perlu kita filter. supaya lebih nyaman dan aman

supaya tidak crowded inboxnya mari kita filter email gmail kita, adapun langkahnya ialah :

1. Klik setting pada pojok kanan atas dekat tulisan Help, sign out (lihat screenshot dibawah)
2. Klik Filter seperti nomer dua pada snapshot berikut ini.

3. Selanjutnya, klik nomer 3 yaitu create new filter

4. selanjutnya kita akan dibawa ke menu seperti dibawah ini, kemudian di nomer 4 (subject diisi nama milisnya, disini kagama)

5. setelah subject diisi, kemudian klik next step (nomer 5)6. Tampilan menu akan seperti dibawah ini, kemudian centang nomer 6 (skip the inbox = email tidak akan masuk inbox), selanjutnya centang nomer 7, kemudian klik nomer 8 (new label = kita membuat folder utk masuknya milis kita)

7. Setelah itu beri nama folder kita (nomer 9), seperti gambar dibawah ini.

8. Langkah terakhir ialah nomer 10, yaitu Klik create Filter..hehehehe,jadi deh Filter di Gmail

semoga bisa membantu untuk lebih merapikan email yang masuk, serta inbox kita akan tetap aman, jadi file2 penting tidak akan terlewatkan

-ths-


Asyiknya bermilis dengan memanfaatkan Filter.

Milis merupakan sebuah grup, baik itu yg dibuat dengan Yahoogrups maupun yahoogrups. Dari milis ini kita bisa mendapatkan banyak informasi, mengenai dunia kerja, mengenai hobbie, milis angkatan, dan banyak lagi milis yg bisa kita ikuti. Nah, ada kalanya jika kita tidak memanfaatkan fitur filter, maka ribuan email akan memenuhi inbox kita, tentu saja ini tidak kita inginkan, dan kita pastilah trus akan unsubscribe :D. Yah kalo begitu kita tidak akan mendapatkan informasi dong kalau keluar dari milis.

Saat ini saya akan menuliskan caranya biar kita bisa bermilis ria tanpa memenuhi inbox, yaitu dengan memanfaatkan fitur Filter. Untuk saat ini akan saya mengulas Filter di Email Yahoo.

Adapun langkah2 yang perlu kita lakukan ialah, kita harus mempunyai email yahoo :), setelah itu login masuk ke email. oke kah..

– Sebelum kita membuat Filter, kita perlu membuat Folder, dimana Folder ini nantinya akan sebagai Inbox untuk milis yang akan kita ikuti. misalnya Folder A untuk milis A, Folder B untuk milis B dll. adapaun untuk membuat Folder kita bisa klik add folder seperti screen shoot dibawah ini.


“membuat Folder”

– Selanjutnya, setelah kita mempunyai folder, langkah berikutnya ialah dengan membuat Filter supaya email milis yang kita ikuti masuk dengan sendirinya ke Folder yang telah kita buat :D. Klik Option pada kanan atas (klik nomer 1), selanjutnya akan ada menu yang keluar, pilih more option (klik nomer 2)


“Option”

– Setelah kita klik menu More Option maka kita akan dibawa ke menu seperti gambar dibawah ini. Klik Filter ( nomer 3.), maka tampilan akan seperti gambar dibawah ini, selanjutnya klik add Filter (klik¬† nomer 4.) maka setelah kita klik nomer 4, maka kita akan mulai membuat aturan untuk filter kita, aturan ini hanyalah mempergunakan logika sederhana saja, pasti semua dapat membikinnya ūüėÄ

“add Filter”

– Kita akan masuk ke menu how to make the filter.. Isi seperti yang saya kotaki merah dibawah ini, misalnya Filter name (nomer 5 = merupakan nama filter yang akan kita buat, disini nama nya Paksima), selanjutnya kunci dari Filter ini ialah di kotak nomer 6, yaitu subject contains Paksima ( artinya, jika subject nya ada kata paksima, maka dia akan pindah ke folder yang kita buat). Selanjutnya ialah isi nomer 7, yaitu akan kita masukkan ke folder mana, email dengan aturan subject paksima ini (kita dapat memilih folder buatan kita utk tiap milis).

ya..all done.langkah terakhir ialah save changes (nomer 8). Siap deh kita bermilis, dengan inbok yang sangat2 aman tentunya :D. Selanjutnya back to mail.


“aturannya”

 


Kemaren waktu saya ke rest room dikantor agak kaget, sebab di uriner dipasang gambar yg menunjukkan bahwa dari warna air seni, dapat kita ketahui apakah kita kekurangan cairan atau tidak. Hanya dengan melihat warna saja, kita bisa mengetahui kondisi kita. (saya baru saja mengetahui hal ini kemaren, waktu ada stiker itu :D)

Adapun perubahan warna air kencing dipengaruhi oleh jumlah asupan cairan yang masuk dalam tubuh kita.

Warna kencing bening merupakan warna normal air kencing, namun jika warna berubah menjadi kuning muda atau bahkan menjadi kuning tua  menunjukkan bahwa tubuh kita sudah mulai kurang cairan, hal ini bisa dimungkinkan oleh kurangnya asupan cairan atau bisa juga dikarenakan oleh aktivitas yang berlebih namun tidak diimbangi dengan konsumsi air yang hilang lewat keringat.

Oleh karena itu, jika memang aktivitas kita extra maka kebutuhan cairan kita juga extra sehingga kita harus meminum air lebih dari biasanya. Perubahan warna air kencing itu bisa dijadikan paramater bahwa tubuh kita perlu asupan air. maka seyogyanya kita mengkonsumsi air yang cukup.

Ada beberapa warna :
1. warna bening = tandanya kita sudah cukup dalam mengkonsumsi air
2. agak kuning =  kurang mengkonsumsi air putih
3. kuning pekat = tandanya kita sangat kekurangan air putih

“parameter warna tanda dehidrasi”

Semoga hal kecil ini bisa menjadikan kita lebih peduli dan care dengan kondisi tubuh kita, dan jangan lupa utk selalu minum air putih yang cukup agar kita terhindar dari kekurangan cairan.

“mari kita minum”

 

Mari kita menulis…


Entah, kenapa setelah saya “connect” dengan dunia yang bernama internet, saya seperti larut dalam alam yang begitu bisa mengerti saya serta bisa memberikan semua yang ingin saya ketahui. Apakah hal ini dikarenakan saya seorang yg pendiam? ah tidak ada korelasi antara seorang yang pendiam dengan internet. Yang jelas kadang saya lupa mandi serta lupa makan

internet-addiction.jpg

“apakah saya internet addict…”

By the way biarlah itu menjadi misteri seorang pendiam. Selain informasi yang sangat berlimpah ruah, didepan layar 12 inch ini saya dapat mengekspresikan semuanya, tanpa ada rasa ragu tanpa harus malu.

malu.jpg
“tidak malu lagee utk berekspresi..”

“eh..kamu nanti ikutan futsal ngga?”
“nggak ah, aku mau ngeblog aja..”

Nah disinilah asyiknya jika kita bisa mengeluarkan semua ekspresi kita menjadi suatu tulisan yang bisa membuat orang laen juga mengetahui dan siapa tahu juga tulisan kita bisa memberikan motivasi kepada pembacanya. Pastilah kita akan mendapatkan pahala tentunya

Banyak orang Endonesa yg pintar, namun sedikit yang bisa menuangkannya kedalam tulisan, apalagi jika tulisan tersebut bisa menjadi sangat mudah untuk dipahami. Pastilah jika banyak penulis Endonesa menuangkan tulisannya menjadi sebuah “kemasan” yang menarik, mungkin transfer ilmu akan bisa lebih mudah dijalankan.

“tulisan Bintang Lima, namun penjelasan kaki lima”

Itu yang mau saya coba sampaikan, walaupun masih jauh dari bisa, namun dengan dunia maya yang sangat menarik ini, saya akan mencoba untuk menyampaikan semua yang saya tahu dengan bahasa sesederhana mungkin.

images.jpg

“make it simple”

“tree, tulislah semua yang kamu ingin tulis..entah itu apa, tulislah” sebuah nasehat dari kenalan saya seorang penulis di kompas.

sudahkah anda menulis hari ini?

menulis.jpg
“lets write everything

-ths-


Sudah hampir 3th ini saya bekerja dengan teman dengan latar belakang budaya yang berbeda. Banyak hal yang tentu saja menarik dan kadang membikin saya ketawa dengan sendirinya.

“mossi-mossi..”

Itu kata yang sering saya dengar ketika rekan senior saya berasal dari Jepang setiap kali mengangkat telepon, hal ini menjadi lucu dikarenakan saya tidak begitu paham maka itu merupakan hal yg menarik bagi saya pribadi.
Bukan itu saja, namun mereka juga sering kali bergumang dalam bahasa mereka, entah dikarenakan sudah menjadi suatu kebiasan atau kah memang meraka suka menggumang dengan sendirinya, saya tidak mengetahuinya.

Lain halnya dengan mereka yang berasal dari negara India, kebetulan rekan yang pernah bekerja satu tim dengan saya, orangnya termasuk sangat ngeyel, dan kurang dalam bersopan santun, saya sampai jengkel, dikarenakan setiap kali saya memberikan komentar untuk pekerjaan yang dilakukannya dia selalu “ngeles” dan keras kepalanya minta ampun ūüė¶

Paling Fair berkerja dengan Bule asing, mereka cenderung lebih bebas namun bertanggung jawab. Dikarenakan mereka lebih cenderung untuk memperhatikan hasil akhir dari pekerjaan yang kita kerjakan.

Dari sedikit narasi diatas, selain perbedaan budaya adakah ada yang melihat persamaanya?

correct…

Bahasa. Kita sebagai orang Indonesia, bertemu dengan Orang India, Jepang, Inggris dll, pastilah dihubungkan dengan bahasa yang sama, bahasa yang memudahkan kita untuk saling mengerti maksud satu dengan yang lain.

“…harus bagaimana kalo tidak bisa…”

Benar bahwa kita tidak dilahirkan dengan bahasa Ibu bahasa Inggris, jadi kita harus belajar lebih keras untuk menguasai Bahasa internasional ini. Setidaknya dengan menguasai satu bahasa ini kita akan bisa berkeliling dunia, namun jika kita masuk ke Thailand hampir banyak penduduknya kurang bisa bahasa ini.. cmiiw

“ahh..sepertinya mudah..”
“iya..memang mudah jika kita mempunyai tekat untuk menguasainya…”

Jadi bulatkanlah tekat untuk menguasai bahasa ini, walaupun cuma satu bahasa asing saja. Banyak keuntungan yang akan kita dapatkan dengan penguasaaan bahasa ini. Tentu dengan banyak berhubungan dengan orang asing, maka bahasa lisan kita akan semakin terasah. Belajar untuk berani mengungkapkan dengan bahasa ini, maka kita akan menjadi lebih bermakna.

Waktu pertama kali saya bekerja dengan foreigner ini, saya sangat “kagok”, saya tahu maksud mereka, tapi lidah ini kelu untuk berbicara..ahh ternyata bahasa enggris sama masih payah. (ths)


Tidak terasa sudah hampir satu bulan perjalanan piala dunia dibenua hitam Afrika. Dua jagoan sang perebut singgasana itu telah ditentukan. Ya, Belanda dan Spanyol, akan saling hantam untuk menjadi sang juara dunia baru. Belanda yang selama ini terkenal dengan julukan Juara tanpa mahkota, pasti akan menebus mahkota ini, setelah kali terakhir menembus final ketika tahun 1978, dimana ketika itu Argentina selaku tuan rumah yang berhak menggenggam supremasi tertinggi ajang pesta rakyat di dunia. Saat itu Belanda dikandaskan dengan skor 3-1. Walaupun ada beberapa bintang yang menolak bermain untuk Timnas seperti Johann Cruyff (Belanda) dan Paul Breitner (Jerman Barat), namun itu tidak menjadikan piala dunia di Argentina yang pada waktu itu dipimpin oleh junta militer di bawah pimpinan Jenderal Jorge Videla yang dituding telah membinasakan 30000 orang menjadi kurang greget.

Adapun skuad Belanda pada waktu menembus final itu ialah :

Jan Jongbloed ‚Äď Jan Poortvliet, Ruud Krol, Wim Jansen/Wim Suurbier (72), Arie Haan, Rene Van de Kerkhof, Willy Van de Kerkhof, Rob Rensenbrink, Johan Neeskens, Johnny Rep/Dick Nanninga (59), Ernie Brandts
Pelatih : Ernst Happel (Austria)

“Belanda 78”

Dan minggu 11 Juli 2010, Belanda akan menginjakkan kaki di final dan sudah menunggu lawan yang sangat tangguh dan berstatus sebagai juara Eropa, Spanyol.

“Sang Juara Eropa”

Disini saya akan sedikit bergaya sebagai seorang pengamat sepakbola. Okelah mari kita mulai saja analisa amatirnya. Pertarungan kedua jagoan dari Eropa ini, akan sangat ditentukan oleh permainan para gelandang dan pengatur serangan di kedua kubu. Spanyol dengan Xavi Hernandez dan Andress Iniesta dan berhadapan dengan maestro dari Belanda yang diotaki oleh Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Keempat orang inilah  yang akan menentukan ritme dalam pengaturan permainan kedua tim.

“nyawa Spanyol..”

Untuk spanyol pasti akan menerapkan pola penyerangan yang akan ditentukan oleh kedua gelandang jenius ini, mungkin disinilah tugas mark van bommel untuk memastikan bahwa keduanya tidak diberikan waktu untuk berpikir, sehingga pola penyerangan Spanyol akan bisa sedikit terhambat, akan tetapi jika Belanda tidak mewaspadai Xavi dan cenderung memberikan waktu untuk berpikir, alamat hancurlah Belanda. Demikian pula dengan Xabi Alonso harus menjaga kedua gelandang lincah Belanda ini, tugas extra sangat diperlukan, selain lincah dalam mengolah bola, keduanya mempunyai tembakan dari luar kotak yang sangat akurat dan keras, serta kuat dalam eksekusi bola-bola mati.

“Freekick mematikan ala Wesley”

Tugas ekstra juga akan dilakoni oleh kuartet Puyol, Pique, Ramos dan Capdevilla. Jika mereka cenderung naik membantu serangan dan terlambat dalam mengantisipasi serangan balik Belanda bisa menjadikan ancaman serius buat gawang yang dijaga Santo Iker.

David Villa pun akan berusaha untuk memancing pergerakan kedua wing back Belanda untuk berusaha keluar dari daerah pertahanan, sehingga Xavi maupun Iniesta dapat masuk menusuk lewat sayap.

“aksi David Villa sang Goal Getter”

Semoga saja kedua kesebelasan ini nanti akan menampilkan permainan yang terbuka dan tidak memainkan sepakbola pragmatis. Harapan semua umat manusia dunia, pastilah menginginkan pertandingan klimaks dengan banyak gol yang akan tercipta. Dan kita nantikan juara dunia baru itu, apakah negeri Van Oranje asuhan Van Marwijk atau kah Spanyol racikan Del Bosque

Engineer belakang meja


Tertohok aku mendengarkan cerita teman dekatku, dimana semua cerita ini dimulai ketika dia baru saja selesai melakukan proses wawancara di sebuah perusahaan minyak internasional. Dan akhirnya pun mendarat di kupingku. Temanku itu seorang insinyur sipil, yang bekerja disebuah perusahaan engineering, dimana sudah hampir 2.5 tahun dia menggeluti dunia struktur ini. Mungkin saja dikarenakan pengalamannya di dunia engineering sudah hampir 3 tahun, dia menjadi percaya diri ketika melamar pekerjaan di owner perusahaan minyak. Namun ketika proses wawancara ini sedang dilakukan, semua tingkat percaya dirinya hancur, semua ilmu engineering yang di agung agungkannya mendadak sirna, kaki nya pun mendadak lemas tak mampu untuk sekedar menopang badan. Untung saja teman ku tersebut masih dapat mengontrol dirinya, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

‚Äúlha emang kamu ditanyain apa to?‚ÄĚ kataku sembari menuangkan segelas air putih untuknya.

‚Äúkamu kan tahu, selama ini, kita bekerja kan hanya dikantor saja, berkutat dengan urusan engineering‚ÄĚ sahutnya..

‚Äúlhooo..bukanya kamu disana juga sebagai seorang engineer yang bekerja di balik layar komputer?‚ÄĚ sergahku

‚Äúsek to, kamu itu sukanya motong cerita orang saja. Memang benar kerjanya dikantor dan didepan layar, namun ketika mereka menanyakan, apakah aku sudah pernah mengerjakan cut n field, proses penimbunan tanah, proses pengaspalan. Aku menjawab aku belum pernah, kalau secara teori aku sudah pernah mengerjakan, tapi prakteknya aku nol besar. Kamu paham kan maksudku?‚ÄĚ

+++++

Terus terang hal itu sangat menohok pikirku, aku mencoba untuk mengurai lagi tentang pengalaman kerjaku, dan aku merasa takut dikarenakan aku belum pernah sekalipun terjun ke lapangan untuk mengatasi semua persoalan yang terjadi selama dalam pengerjaan proyek. Secara engineering aku siap diadu dengan siapapun, namun ketika ada masalah yang terjadi dilapangan, aku mungkin bisa menyelesaikannya dengan memerlukan waktu yang lebih panjang.

Semua itu akan menjadi komplit dan saling melengkapi, ketika teori itu dipadukan dengan prakteknya. Pun demikian dengan seorang engineer, entah itu dari disiplin ilmu teknik apapun, mereka akan lebih diakui dan dihargai jika bisa memadukan semua nilai teroritis dengan dipadu ilmu realnya. Pernahkah anda berpikir untuk melengkapi ilmu yang Anda miliki saat ini, apakah Anda sudah puas dengan semuanya? Cobalah untuk merenungkan semua itu, semua yang mengalir dalam hidup mu, dan lengkapilah selagi Anda bisa melengkapinya. Karena jika kita ingin lebih meningkatkan ilmu, peran, jiwa kepemimpinan, problem solving dan menjadi seorang engineer yang mempunyai bendera berkibar terang, maka lengkapilah itu semua, janganlah berpuas diri, janganlah terjebak dengan zona kenyamanan, cobalah untuk sedikit menciptakan ombak dalam karir anda, karena dengan tantangan, maka kita akan dapat lebih berkembang dengan optimal. (THS)

Pecundang Tangguh


Sepeda motor dengan merk Honda itu segera ku keluarkan, merah menyala, mesin pun upgrade dari motor tangguh dikelasnya serta dengan tampilan mesin dan rangka dibalut krom yang mengkilap. Pasti engkau membayangkan betapa bahagianya aku dengan motorku teman. Motor itu dengan setia telah menemani ku semenjak masih SMA, masa-masa menyenangkan, dimana hanya ada kesenangan dan kegembiraan saja. Aku sungguh merindukan masa-masa sekolah menengah itu teman. Masa dimana… ahhh, tidak usahlah aku berusaha untuk menjelaskannya, engkau pasti pernah mengalaminya.

Aku akan sedikit menggambarkan diriku, tidak perlu detail lah, dikarenakan aku dinilai tidak dari tampangku yang kacau saja, walaupun demikian aku memiliki prestasi sebagai seorang yang pintar akan ilmu pasti..hehehe. Bolehlah aku membanggakan diriku sendiri. Dari pada aku terus berceloteh tidak karuan mari kita lihat diri ku ini, seorang pemuda dengan rambut sebahu, dengan kacamata minus 1, perawakan bisa dibilang ramping, dengan didukung tubuh yang menjulang dan disupport oleh sebuah kejahilan sebagai prosesor otakku. Aku disusun dengan komposisi 99% celelekan dan 1% kebaikan.

Sudahlah cukup itu saja yang perlu engkau ketahui teman, dikarenakan petualang ini akan segera dimulai, bolehlah engkau mengambil sedikit makanan dan minuman untuk mendukung imajinasimu. Engkau memberikan waktu untuk membaca, maka ya bacalah tanpa berharap engkau akan mendapatkan keberuntungan, dikarenakan aku bukan seorang peramal, penerawang dan seorang pengubah nasib. Aku hanyalah pemuda yang dilahirkan dan dibesarkan di kota gudeg, kota dengan seribu keanekaragaman budaya, dimana engkau akan melihat bahwa aku memang ada disana, titik.

Kucoba untuk mengerti kenapa aku bisa menyebut dan menyematkan istilah pecundang. Hanya dikarenakan, menurutku istilah ini begitu enak di telingaku. Menjadi seorang pecundang bukan berarti kita bisa disepelekan dengan mudahnya, dikarenakan jika orang memandang sebelah mata, then we show to them who is the real boss.Ah sudahlah tidak perlulah kita “gedhe ndase“.

Okelah teman aku akan memulainya, ¬†semua ini dimulai dari masa SMP, masa-masa pembentukan diri, pengenalan diri, pengenalan lingkungan dan pengembangan potensi. Jika aku mengingat itu semua aku merasa bahwa diriku sangat lah pecundang sejati. Tapi dari sisi itulah, tanpa kusadari aku bisa menggali dan memahami potensi, memahami bakat dan minatku dan yang jelas aku menjadi dewasa karena adanya masalah yang silih berganti mendatangiku. Kegagalan demi kegagalan, terpuruk demi terpuruk, namun aku bisa¬† melihat itu semua sebagai suatu ilmu yang teramat sangat mahal artinya. itu pandangaku saat ini teman, jangan engkau kira waktu SMP aku sudah berpikiran seperti itu ūüėÄ

Teman, tahukah kamu, jika kamu pada masa-masa perkembangan, masa pergaulan, masa bermain, namun kamu tidak memanfaatkan itu semuanya dan engkau baru menyadari saat ini, apa yang akan engkau lakukan?

Benar. Aku selalu berpikiran, bahwa aku akan kembali ke masa laluku, aku akan merubah semua, aku akan mengembangkan semua potensi besarku, ahhhh..itu tidaklah mungkin teman, dikarenakan kita tidak hidup di dunia imajinasi, dunia doraemon ataupun dunia marty di back to the future. Tapi sekali lagi aku ingin ke tahun 1995, dimana itu merupakan titik balik ku, mungkin aku akan menjadi seorang yang berbeda jika aku bisa kembali ke masa itu. Tahun berapa engkau ingin kembali teman? Kamu harus mengetahuinya, kamu harus mencoba untuk mengingat, dan apakah jika kamu kembali ke masa itu, apa yang akan terjadi denganmu. Apakah kamu dapat melihat perubahan yang akan terjadi teman? Seperti aku melihat perubahan  yang akan terjadi di dalam hidupku.

Apa kamu bilang? Sudah..!! sudah..!! dan tidak ada gunanya menyesali semua yang terjadi? apa kamu kecewa dengan masa lalumu teman? Tidak bisa teman, aku akan selalu mengingat titik itu, dikarenakan titik itu akan bisa membuatku, akan menguatkanku, walaupun terkadang menggores hatiku, menusuk hasrat hidupku. Sudahlah kau dengarkan saja celotehan ku ini, celotehan seorang pecundang yang ingin merubah nasib dan hidupnya menjadi lebih berarti lagi.

Banyak teman, banyak hal yang aku lewatkan, banyak hal yang aku diamkan begitu saja. Entah apakah yang ada dalam benak pikiranku waktu itu? Melihat dari lingkunganku yang sangat tidak mendukung? Mungkin juga hal itu bisa saja mempengaruhi pikiran masa kecilku. Masa dimana aku tidak melihat besarnya potensi, tidak melihat betapa luasnya ilmu pendidikan, dan semua itu semakin kacau dengan sifatku yang cenderung untuk menjadi pendiam. Sekali lagi potensi itu terpendam dan tidak tergali, meskipun Pisuku* menyadari adanya potensi luar biasa dalam diriku, namun aku tidak pernah ‚Äúmanut‚ÄĚ oleh nasehat dari beliau. Dan sekarang ini aku baru menyesal dan menyesal‚Ķ.

Ahhhh Tuhan, seandainya ENGKAU mengijinkan aku untuk pulang lagi kemasa itu, aku akan merubah semua, aku akan mengulang semua dan aku akan membuat suatu perbedaan yang mencolok dalam kehidupanku. Namun mungkin jika itu semua terjadi, aku tidak akan bisa berkenalan denganmu teman, di negeri perantauan nan jauh dari tanah air. Ya aku mungkin tidak akan menjadi seorang TKI* disini bersamamu teman. Mungkin juga aku akan berkerja sebagai seorang pegawai pajak, atau juga seorang dokter di sebuah rumah sakit di negeri kita tercinta.

Benar teman, memang aku menjadi pecundang dengan mengorbankan semua masa laluku, seharusnya aku bisa menjadi seorang yang bisa lebih dari individu lain, namun Tuhan menciptakan diriku dengan semua keegoisanku dan kebodohanku. Masa sekolah menengah pertama, masa sekolah menengah atas dan masa-masa awal kuliah. Dan aku baru menyadari itu semua ketika masa sekolahku hampir selesai, ketika gelar ini hampir kurengkuh. Aku hanya bisa mengembangkan itu semua selama 2.5 tahun. Padahal aku mempunyai waktu efektif hampir 13 tahun..

Okelah kalau begitu, saya akan membuatmu lebih bisa merasakan yang kurasakan sekarang teman. Apakah engkau menginginkan dirimu yang sekarang ini? Adakah hal yang engkau lewatkan teman? Seperti, kenapa tidak ikut kegiatan ini-itu, tidak menjadi seorang ketua BEM, tidak aktif dalam kegiatan mahasiswa, tidak ikut mapala, atau apalah yang bisa membuatmu kecewa jika engkau mengingatnya..

Aku tunggu jawabmu teman, jangan hanyalah kau tundukkan kepala dan apalah itu istilahnya…(ths)

*Pisuku = ibuku, TKI = Tenaga Kerja Insinyur


“Secangkir teh panas, tempe mendoan dan sebuah deposito senilai 10M
tersimpan manis di bank pemerintah‚ÄĚ

Kalimat diatas saya petik dari guyonan teman sekantor saya. Mungkin
terdengar seperti khayalan yang terlalu mengada-ada, namun hal tersebut
pastilah kita inginkan dan dambakan. Dalam artian, kita tidak akan lagi
dikejar masalah perhitungan, masalah Man Hour, sampai di uber-uber, kenapa proyeknya molor dan mundur dari master schedule yang telah direncanakan sebelumnya. Tentulah orang yang mempunyai kegiatan santai, dimana semua hari baginya ialah hari libur, bukanlah seorang yang masih berkutat dalam kuadran karyawan/ buruh. Dan dilihat dari segi penghasilan pun tentulah berbeda, dimana karyawan akan cenderung mempunyai gaji agak stagnan, dikarenakan kenaikan yang relatif kecil tiap tahunnya, serta cenderung menyesuaikan dengan angka inflasi. Hal demikian ini berbeda dengan seorang pengusaha ataupun seorang juragan, dimana pendapatan yang dihasilkan relatif cenderung tidak stabil, kadang bisa dapat 50juta, kadang malah 100 juta ataupun turun drastis hanya mendapatkan 4 juta per hari (pengusaha dawet selasih di pasar gede solo).
Well, itu semua terjadi jika kita telah sukses dalam merintis usaha.
Pastilah kita semua ingin sekali pindah kuadran, dari karyawan menjadi
juragan, dari engineer menjadi pemilik modal. Apakah anda juga mengangankan dan menginginkan hal yang sama dengan saya?

Mari kita coba untuk menelisik lebih lanjut, kita pahami lebih dalam
dan kita nilai lebih jauh, mengenai kesiapan diri kita untuk pindah
kuadran. Disini saya akan melihat dari sudut pandang engineer yang paling
junior (rantai makanan terendah), yang mempunyai mimpi segera mungkin mencapai tahap financial freedom. Dimana mimpi untuk bebas finansial pastilah selalu kita dambakan, pun dengan Mas Comet (kroco mumet)ini.
Begitu lulus dari universitas di negeri impian, seperti kebanyakan fresh
graduate, pastilah akan mengapply banyak surat lamaran kerja, PT. A, PT. B, PT. C dan masih banyak perusahaan yang lain tidak luput dari serangan
sporadis CV Mas Comet tadi. Sebagai seorang insinyur, tak berapa lama pun Mas Comet diterima di perusahaan raksasa yang bergerak di bidang
konstruksi, dan posisi Jr Eng pun disematkan kepadanya. Rutinitas kerja
yang membutuhkan pemikiran, membutuhkan waktu dan membutuhkan energi yang super selalu menghiasi hari-harinya. Setelah hampir 6 bulan dia bekerja sebagai seorang Jr Eng. Mas Comet pun mulai berpikir, berpikir keluar dari idealisme nya.

“wah kalau begini terus menerus, aku tentu tidak akan bebas secara
finansial dan aku pasti akan tergantung dengan perusahaan tempat ku
bekerja‚ÄĚ

Angan-angan pun mulai menggelembung mengganggu pikirannya, menggerogoti idealisme nya, serta menghancurkan pola pikir konyolnya.

Dari sekelumit narasi diatas, apakah dia harus segera pindah haluan, dengan kata lain,apakah dia harus segera memulai untuk berinvestasi?
Kalo menurut saya, belum saatnya lah dia berpindah haluan. Lho
kenapa? Saya melihat, untuk amannya jangan tergesa-gesa dahulu, soalnya dia baru saja memulai untuk menapakkan kakinya. Jadi secara keuangan dia belumlah cukup kuat. Dengan logika sederhana ini, kita dapat menarik benang merah. Jika keuangannya belum kuat selanjutnya dia mulai merintis usaha, dimana sebagai seorang pemula, tentulah dia belum mahir akan trik-trik mengelola suatu bisnis. Dengan berandai-andai, misalnya bisnisnya berjalan sesuai jalur, hal itu tentu akan pasti menggembirakan. Namun, jika gagal pastilah akan mengacaukan stabilitas keuangannya. Bukan berarti tidak boleh mencoba, dikarenakan untuk menjadi pengusaha diperlukan keberanian dan mental juga, akan tetapi tidak hanya sekedar berani, juga harus diikuti dengan kemampuan, pengetahuan serta jeli dalam melihat peluang. Jadi tidak hanya modal nekat saja, itulah yang ingin saya tekankan disini, tentulah kita tidak ingin hancur dan berantakan karena kenekatan kita bukan?

Untuk seorang engineer yang telah berada berada dalam zona
kemakmuran, boleh lah dia berusaha untuk menjadi seorang juragan, dengan pertimbangan, jika usaha yang dirintisnya gagal, dia masih mempunyai pegangan dan tidak akan hanyut terbawa arus. Pastilah kebanyakan orang, tidak hanya yang berprofesi sebagai engineer saja, mereka pasti akan melakukan hal yang sama. Selagi masih menjadi karyawan, dia pun punya usaha sendiri. Dan untuk anda, Cobalah untuk berpindah secara perlahan setelah periode ini tercapai.
Dan sebagai seorang engineer kita pastilah mempunyai beberapa nilai lebih, seperti lebih teliti, cermat dan ulet, nilai positif inilah yang harus kita
kembangkan dan kita pupuk terus menerus supaya tumbuh subur dalam dunia baru yang akan kita rintis.

Sekarang setidaknya kita sudah dapat meraba seberapa kuat dan
seberapa siap kita untuk memulai sebuah delusi. Kenali diri kita, kenali
potensi kita, serta kenali kemampuan kita. Setelah itu semua kita kumpulkan dan kita simpulkan, saatnya kita harus menggerakkan keberanian kita untuk menyingkap kabut tebal didepan kita dan mulailah untuk melangkah.

Kita dapat mengelola usaha secara langsung, atau kita dapat mencari
orang yang bisa menjalankan usaha kita (baca: capable) dan jujur. Dan
jangan lupa politik 267 harus kita terapkan. Carilah relasi sebanyak
mungkin, karena dengan semakin besar angka 267 kita, maka peluang untuk mengembangkan usaha kita akan semakin besar.

Ingatlah, setiap orang mampu memproduksi, namun tidak semua orang bisa memasarkan.

Delusi, angan-angan, khayalan dari belakang meja seorang engineer,
pastilah akan segera terwujud jika kita telah memikirkan semuanya. Mari
kita berpindah kuadran dan menikmati secangkir teh panas dengan harumnya mendoan dipagi hari, tanpa khawatir akan adanya PHK. (ths)


Jika kita mendengar kata ataupun istilah yang berhubungan dengan
Engineer, hal apakah yang pertama kali muncul dalam benak kita? Pastilah
anda akan berpikir bahwa, Engineer tersebut mempunyai tingkat kecerdasan di atas rata2, pintar untuk merekayasa sesuatu, mempunyai pemikiran yang inovatif serta selalu up date dengan teknologi terbaru dan masih banyak lagi hal yang lainnya.

“hidup dengan semangat engineer”

Bagaimana tidak, besi dengan berat ribuan ton bisa mengelilingi
lautan, plat yang dibentuk sedemikian rupa dapat mengangkasa, dengan
mempergunakan kotak kecil kita dapat berhubungan dengan semua orang yang kita sayangi, angin pun dapat dikonversi menjadi sebuah energi ataupun dengan banyak hal kecil disekeliling kita, seperti jarum untuk menjahit, gas untuk memasak, jam tangan, AC, televisi serta masih banyak hal bisa kita ambil sebagai contoh. Itu semua merupakan peran seorang rekayasawan, tanpa bermaksud untuk mengecilkan peran profesi lain.

“pesawat terbang tanpa engineer”

Mungkin bagi seorang yang tidak terjebak dalam dunia rekayasa, akan selalu berpikiran seperti itu. Namun bagaimana dengan orang-orang yang berkecimpung di dunia rekayasa ini. Apakah mereka merasakan hal yang sama, seperti sangkaan dan pandangan orang-orang awam?

Banyak orang yang pada awalnya masuk dalam dunia rekayasa, namun pada akhirnya beralih profesi menuju bidang yang lain, seperti banker, bermain valas, dan ada pula yang menjadi seorang desainer (Autocad People). Ketika hal ini saya tanyakan kepada mereka, mereka pun menjawab dengan beragam alasan dan argument, ada yang dikarenakan begitu lulus, mereka diterima di Bank, ada yang bosan dengan dunia engineering, seperti kutipan senior saya yang telah malang melintang dalam dunia non engineering

‚Äú masak kuliah 5 tahun berkutat dengan perhitungan dan banyaknya rumus2,¬†kerja harus bertemu dengan hal yang sama. Apa tidak bosan‚ÄĚ

Hal itu mengusik hati kecil saya, dan saya mencoba untuk menanyakan lagi, apakah saya bahagia dengan menjadi seorang rekayasawan? Bahagia dalam konteks seperti apakah? Apakah hal itu bisa diukur dengan THP tiap bulan, besarnya Tekanan kerja?

“tekanan kerja”

Mungkin saya terlalu menggeneralisir, dan saya sendiri tidak maumunafik, bahwa itu semua akan kembali ke uang, ya UUD (Ujung-UjungnyaDuit). Itulah yang menghantui pemikiran-pemikiran saya untuk mendapatkan kebahagiaan sebagai seorang rekayasawan.

Kenapa saya bisa mengemukakan suatu pendapat demikian?
Coba saya menanyakan suatu pertanyaan sederhana kepada anda, Apakah anda bahagia ketika hak dan kewajiban yang diterima berbanding terbalik? Tentu tidak bukan. Pastilah anda semua menginginkan gaji yang layak dan kenaikan tiap tahun yang layak pula. Serta pastilah anda semua mengharapkan adanya bonus tahunan yang besar bukan?
Maka dari pada itu banyak rekayasawan kita yang tidak ‚Äúbetah‚ÄĚ berada di
negeri sendiri. Ada yang memilih mengajar dan meneliti di Amerika, Jepang, Swiss dan negara2 maju di Eropa.

“amplop harian saya”

Namun selain faktor tersebut diatas, ketika kita berhasil membuat,
menemukan ataupun menyelesaikan suatu proyek baru, tentulah kepuasan batin yang luar biasa akan kita dapatkan. Ya faktor kepuasan inilah yang akan dapat mengalahkan semua ego, semua ketidak puasan, namun hanya bersifat sementara. Seperti halnya sewaktu kita menenggak diberi pil penahan sakit oleh dokter. Dan ketika kita kembali ke kehidupan nyata, kita pastilah akan menggerutu, kenapa ya, proyek begitu besar, dengan skala internasional namun tidak ada sedikit penghargaan? Amplop yang diterimapun tidaklah cukup.

“ahh..another medicine”

Pemikiran yang demikian sangatlah berbeda dengan idealisme kita yang
menggebu sewaktu kita belajar di bangku kuliah. Pemikiran orang yang belum bekerja dan terpaku oleh idealisme. Sehingga hal ini akan menggeser
paradigma kita, dari seorang latar belakang rekayasawan menjadi banyak hal profesi, dan hal ini tentulah tidak salah.

Mungkin salah satu keunggulan seorang rekayasawan (alumni teknik), mereka akan lebih mudah untuk memasuki profesi selain dunia rekayasa dengan memerlukan waktu lebih sedikit untuk memahami profesi lain tersebut. Hal ini bisa dilihat dari keseharian yang dilakukan selama kuliah, dimana seorang calon rekayasawan dituntut untuk melakukan perhitungan yang sangat teliti sampai ukuran mikron, jika itu diperlukan. Mungkin juga, remunerasi yang mereka dapatkan di dunia nonrek ini bisa melebihi dunia Reka yang mereka banggakan selama kuliah.

“enjoy Ur Live”

Benarkah kita sudah menjadi seorang rekayasawan?
Apakah kita puas dengan amplop yang kita terima sebagai rekayasawan?
Apakah kita menikmati dunia ini?
Pernahkah anda memikirkan semua itu? Keluar dari dunia engineering dan
menikmati dunia baru?
Beranikah anda melangkah keluar dari dunia engineering ini?

“dunia indah mungkin telah menanti”

Dan apakah anda sudah memutuskan jalan hidup anda?(ths)