Category: Psikologi Engineering ku



Run out of idea

Sering kali saya kehabisan ide untuk sekedar menulis, inspirasi itu benar2 kosong melompong. Bagi saya hal seperti ini seperti membunuh dan mematikan semua logika serta pikiran saya untuk lebih maju lagi. Terutama untuk mendapatkan dopamine otak saya, dan lebih diperparah lagi hal itu sering berefek ke muka saya menjadi kusut dan perlu di setrika. Ya its true.

Bagi saya menulis merupakan sebuah olahraga untuk otak saya, mungkin saja itu hanya sebuah tulisan bodoh, dummy, namun untuk menuliskan ide ke dalam sebuah tulisan memerlukan kombinasi khayalan yang kadang membuat otak ini berpikir extra keras. Banyak hal yang tentu saja saya lakukan untuk selalu mengaliri otak ini dengan ide, banyak membaca, banyak melihat lingkungan, namun kalau semua itu sudah tidak mempan untuk menumbuhkan ide, saya harus pergi ke tempat baru. Its happen when I goes to Rambut Island.

Kadang kala, kita mempunyai banyak ide, namun sangat susah bagi kita untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. Bagaimana orang lain bisa tahu ide kita jika kita tidak menyampaikan gagasan kepada orang lain? Saya masih ingat pada tahun 2008 saya masih tidak bisa menulis dengan lancar. Dolo sewaktu kuliah hanya sempat satu dua kali menulis, termasuk mengenai mesin fluida. But then it stopped. Walaupun hal itu terhenti, namun hati ini selalu meronta ronta ingin menulis. Akhirnya banyak novel saya lahap, banyak cerita fiksi saya lahap dan akhirnya putaran rantai di otak saya bisa berjalan dengan lebih mulus lagi.

Nah, ini baru dari saya, kalau misalnya dari teman2 semua bisa menuliskan gagasannya menjadi sebuah tulisan sederhana, barangkali aka nada banyak sekali tulisan yang berwarna. Yang simple sajalah.

Yang pinter masak bisa saja menuliskan resep masakan, terdengar bodoh? Tentu saja tidak, kalau hal ini yang muncul, maka anda belum pede dengan tulisan sendiri.

Yang pinter ngoprek gigi, bisa nulis cara merawat gigi.

Yang pinter ndongeng, bisa menulis dongeng

Yang pinter nulis puisi bisa menulis puisi

Yang pinter photograpy bisa menulis trik dan tip poto

Dan lain lainnya…

Kalau belum mau muncul juga tulisannya, sudahlah diskripsikan saja tempat tinggal anda, jalan menuju kantor, ketemu siapa saja, bagaimana mood anda, bagaimana hari anda. Pastilah akan banyak sekali cerita sosial yang bisa terekam dalam kejadian selama satu hari anda.

Berani menuliskannya?

Advertisements

Sedikit cerita ketika pulang dari pulau Rambut. Sewaktu kapal itu berlayar menuju ke kembali ke daratan, saya sempat ngobrol satu duwa patah kata dengan mba Any Re. Beliau dari psikologi UGM angkatan 88. Obrolan ringan pertama ialah membahas masalah psikologi klinis. Sungguh sangat menarik sekali kalau masalah psikologi klinis itu diangkat ke permukaan.

Banyak sekali yang bisa diulas dan dibahas. Kebetulan beliau bekerja di RSUJ di magelang, dan semua psikolog di tempat itu banyak yang perempuan, hanya ada satu yang laki-laki. Nah, ketika mendengar cerita ini, pikiran saya kemudian meluncur ke penjara di Miami, sebuah penjara dengan beberapa kelas sistem pengamanan, mulai dari kriminal kelas kacang sampai kelas sadis. Ada sebuah kesamaan, yaitu banyak juga sipir perempuan disana. Nah, yang menjadi persoalan disana ialah para napi tersebut ketika melihat sipir perempuan mereka melakukan kegiatan mastursaru. Oh my dog. Tapi syukurlah tidak terjadi di RSUJ nya mba Any Re. Hanya saja ketika beliau menghadapi pasien cowok selalu ada pendamping.

Ngeri juga, saya membayangkan perubahan kepribadian yang mungkin bisa saja terjadi (kalap, marah dll) ketika proses konsulatasi itu sedang dilaksanakan. Namun beliau enjoy dan menikmati itu semua. Pasien yang sangat menyebalkan ialah penderita narkoba, karena banyak dari mereka yang tidak sadar bahwa hidupnya itu terancam, dan mereka tidak ingin sembuh. Hal konkrit yang bisa terlihat ialah, ketika pecandu itu diantar oleh keluarga, pacar, kerabat untuk berobat. Nah, kata kunci ada pada kata diantar, karena disini si penderita itu sudah tidak ada niatan dari dalam dirinya untuk sembuh dari ketergantungan. Benar juga, kalau dorongan itu tidak berasal dari dalam diri sepertinya akan sangat susah dan akan kembali lagi untuk ke tempat kubangan itu. Yang lebih parah lagi ialah dipaksa untuk sembuh (ya, walaupun untuk kebaikan namun sepertinya akan sangat susah untuk sembuh).

Selain itu ngobrol juga mengenai masalah anak2 dengan kepribadian spesial, dan beliau juga menyebut bahwa peran dari lingkungan sekolah itu juga bisa banyak menstimulus mereka untuk lebih maju. Jadi stimulus serta perkembangan itu juga bisa beragam, tidak hanya dengan anak2 sesamanya namun dari pergaulan yang lain. Nah dilingkungan ini kita semua harus support saudara2 kita tersebut.

Topik selanjutnya ialah, masalah kebosanan di tempat kerja. Bosan dengan tempat kerja? Ya ciptakan tantangan supaya tidak bosan, itu topik selanjutnya. Kadang kala kita atau mungkin saya sering kali dilanda kejemuan ditempat kerja, jenuh dan bosan akan semuanya. Nah, sarannya ialah ciptakan tantangan itu, bunuh kebosanan itu. Jika memang masalah nya pada kebosanan, buang dan hadapi dengan sebuah tantangan yang lebih menyenangkan.

Sepertinya masih banyak lagi yang bisa dibahas, namun kapal ini tidak terasa sudah berada ditepi daratan.

-Perfect stranger-


-Perfect stranger-

Bagi para jomblowan maupun jomblowati, jika bisa menemukan seorang yang terkategorikan Perfect Stranger, pada awalnya mungkin akan ada banyak sekali tanda Tanya akan orang itu. How is he/she? Wow He/ she is so … and masih banyak how akan mencuat ke permukaan. Ya, itu merupakan hal yang wajar, karena dia sangat so so..

Eh, tentu saja harus ada persyaratan khusus mengenai seseorang itu bisa dikatakan PS. Adapun syarat khusus seorang PS ialah:

–          Tidak ada satu pun keluarga kita yang kenal akan orang itu

–          Bukan teman kantor, teman sekolah, teman kuliah maupun teman main

–          Orang itu tidak teridentifikasi sama sekali oleh teman2 kita

–          Pure orang baru dalam kehidupan kita, lingkungan kita maupun keluarga kita

Ketika kita menemukan seorang PS dan kita dibuat penasaran untuk mengenalnya lebih lanjut, apakah yang akan kita lakukan?

–          Diam saja atau

–          Berusaha mendekat ?

Kalau kita diam saja dan hanya sebatas menjadi secret admire mungkin hal itu tidak akan menjadi sebuah kisah yang menarik (tentu saja bagi yang mengalami dan pernah bertemu dengan PS). Nah, cerita akan menarik ketika kita berusaha menindak lanjuti. Dengan tanpa modal informasi sama sekali, kita akan berusaha untuk mendekati orang tersebut, entah how, namun proses pencarian informasi itu akan menjadi sangat menarik untuk ditindak lanjuti. Tentu saja, kita masih melakukan sebuah perjudian untuk mendapatkan informasi semua tentang sang PS. Mungkin pada awalnya mungkin dia terlihat sebagai seorang PS, namun bisa jadi dia bukanlah seorang yang Perfect (ya, nobody perfect, but, we talk about perfect stranger :D). Mungkin dengan memanfaatkan media internet kita akan dapat mengumpulkan informasi itu, maybe? Selain itu pula, kita dapat secara langsung untuk mendekati sang PS tersebut untuk mendapatkan informasi akan dirinya. Susah memang dan tentu saja memerlukan sebuah kesabaran ekstra.

Mengejar sang PS

Dolo kala, ketika tehnologi masih sebatas sms dan telp. Satu2nya cara ialah dengan pdkt satu dengan yang lain dengan cara sms yang intens, oh tentu saja kita harus mendapatkan nomer kontaknya (ini agak susah, namun pasti akan selalu ada cara). Selanjutnya menjalani semua cerita itu, dikarenakan cerita yang akan terangkai pastilah berbeda untuk tiap pelaku dalam mengejar PS (bagi yang membaca goresan ini monggo silahkan Sharing ;D)


kira2 apa yang ada dalam pikiran anda ketika melihat gambar diatas?
coba saya tebak:
1. lapar
2. nasi goreng lengkap dengan telur, ayam, sosis dan beberapa lalapan.

Ya, itu mungkin kebanyakan yang akan menilai gambar nasi goreng diatas. Namun, dari gambar itu saya melihat banyak sekali hal, seperti adanya tangan2 kasar yang menanam padi, merawatnya hingga padi tersebut siap untuk diolah, ada juga petani sayuran yang membawa hasil sayurnya dari sebuah ladang kecil miliknya sebelum sampai kepasar dan kemudian sampai ditangan koki nasi goreng untuk dihidangkan. Masih banyak lagi komponen yang terlintas dalam pikiran saya, dan itu tidak hanya sebuah nasi goreng, namun itu merupakan sebuah proses yang sangat panjang dan melibatkan banyak perjuangan.

+++

Dari sepenggal paragraf diatas, kita dapat melihatnya dalam kehidupan sehari hari kita. Banyak orang yang cenderung hanya melihat ketika semua itu sudah mapang, sudah jadi, tanpa berusaha melihat prosesnya itu seperti apa sehingga menjadi seperti saat dia melihat, dan seseorang yang hanya melihat seperti ini, biasanya tidak akan mau untuk merawat serta berusaha untuk menjaganya. entah apapun itu kemasannya. Ini berbeda dengan seseorang yang berusaha untuk menarik nafas barang satu dua kali tarikan untuk sekedar memahami, kenapa bisa seperti ini? how they develop this thing until become so exciting?

Mungkin kalau kita bisa melihat pancaran cahaya itu semua, kita akan menjadi lebih bisa menghargai “thing” tersebut. Tidak hanya sebatas bisa mencaci serta ngomel tidak karuan, dikarenakan belum tentu kita bisa membuat itu semua menjadi sebuah hal yang sangat menarik.

terima kasih

egoismesentris


Satu alasan saja, aku tidak mau menanggapi tantangannya. Ya, aku berusaha untuk menjaga perasaannya, jika dan hanya jika aku mengikuti ego ku, keinginanku, nafsu ku dan keras kepalaku, maka aku yakin itu semua akan berujung ke hal yang akan menjadi semakin tidak baik. tentu saja, orang yang hanya menonjolkan ego, maka akan mudah untuk “diserang” dan itu akan merugikan dirinya sendiri, dikarenakan publik akan menilai kita dari apa yang kita lakukan. Namun, alasanku sederhana saja, aku ingin menjaga perasaaannya.

apa itu sebenarnya Egoisme:

Qupte
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”
End Quote

Tentu saja dalam kehidupan kita ini, jika dalam bermasyarakat, berkomunitas jika kita tetap mempertahankan ego kita, maka komunitas itu akan memusuhi kita, ya dikarenakan sifat egoisme kita. Membentuk sebuah komunitas itu merupakan hal yang sangat susah, dan apalagi untuk mempertahankan serta menjaganya. Dan salah satu yang bisa menghancurkan ialah adanya Egoisme ini.

walaupun kadang apa yang saya rasakan itu sangat pahit, namun saya berusaha untuk selalu melihat diri saya sendiri, apakah memang benar jika aku harus berbuat seperti ini (sifat gol darah A :p), semua harus tersusun dan terencana dengan matang. Ketika keegoismean ini mulai mendekati saya untuk marah, kehilangan kontrol serta mengendalikan saya, maka saya akan cenderung untuk mematikannya, dengan kegiatan yang lain, seperti mencuci, makan makanan enak, atau sekedar window shoping di supermarket. Kalimat terakhir mungkin terdengar aneh, wiindow shoping di supermarket? Ya, saya sering berjalan mutar mutar diantara lorong2 etalase di Giant, Carefour ataupun Hypermart, berjalan dan terus berjalan sembari kadang tangan ini memegang dan menyentuh apa yang dipajang disana :D. itu saya.

nah bagaimanakah sih sebenarnya untuk mengontrol egoisme ini?

1. selalu  menyadari bahwa kita ini merupakan mahluk sosial, dimana kita senantiasa membutuhkan orang lain dalam kehidupan ini. jadi kalau kita senantiasa egois, dan disuatu saat kita memerlukan bantuan orang lain, maka akan banyak yang tidak akan membantu kita.

2. ketika kita berbeda pendapat, sebisa mungkin kita juga berusaha untuk menerima masukan dari orang lain, jadi janganlah mengagungkan pendapat kita sendiri, dalam artian ngeyel dimana nanti akan terjadi debat kusir yang tentu saja itu tidak baik.

3. Take and give, semua itu pasti ada siklus seperti ini.

4. berusaha untuk memahami bahwa kompetisi itu merupakan suatu hal yang sangat bagus untuk kemajuan kita, janganlah merasa rendah diri dan malu. jadi kan itu sebagai pelecut untuk maju.


Minggu kemaren saya pas pulang jogja, sembari menunggu kereta Bima yang akan membawa saya kembali lagi menuju ke ibukota, saya menyempatkan diri berjalan2 di malioboro, entah sudah berapa lama kaki ini tidak menapak santai di sore hari di kawasan malioboro. Di perempatan kantor pos Gede saya duduk sejenak sembari menikmati semangkuk kecil ronde seharga 4000 rupiah. Dijakarta saya sering makan dan minum ronde ini didaerah pasar minggu, namun tetap saja ronde yang dimakan di kota jogja lebih enak. entahlah.

“ronde”

Sembari menikmati ronde saya teringat sebuah bahilo yang terpasang di stasiun tugu, yaitu mendukung jogja bebas bau 2011, saya baru tahu kalau ada kegiatan positif ini, entah karena saya jarang memperhatikan jogja dengan lebih detail atau kah program ini kurang sound ke khalayak. Tentu saja, jika pada 2011 ini jogja bisa bebas bau hal itu akan menjadi sebuah prestasi yang sangat luar biasa, terlebih surabaya juga mulai bergerak untuk membersihkan daerahnya, dan tentu saja solo yang terus bergerak di bawah pak Jokowi. Sebuah program yang tentu saja harus mendapatkan dukungan dan sokongan dari masyarakat jogja dari semua elemen.

Akan tetapi 2011 tinggal menghitung bulan, tepatnya tiga bulan lagi tahun ini akan berakhir dan bau itu masih saja ada di malioboro. Saya hanya mengamati di malioboro saja malam itu, masih tercium aroma pesing yang menyengat, entahlah apakah para pelaku dan penggerak ekonomi di malioboro tidak mengetahui adanya program bebas bau itu? ataukah masih kurangnya kedisiplinan untuk menjaga kebersihan? entahlah.

“di stasiun Tugu”

Ronde itu pun semakin lama semakin habis, ingin menambah barang satu mangkuk kecil, namun hal itu tidak akan menjadi sebuah rasa yang spesial.
Saya sendiri sangat menginginkan jika hal itu bisa terlaksana, jogja bebas bau, walaupun realisasinya tidak bisa tahun ini, atau tahun depan barangkali, namun semoga saja bisa segera terlealisasikan.
Pukul 21.20 saya melangkahkan kaki ini menuju ke stasiun sambil tetap mencium bau pesing itu yang masih menyeruak dibeberapa titik, langkah kaki gontai ini tetap melangkah menyusuri jalanan yang hampir selalu ramai itu.

Kereta pun tiba pukul 22.10 menit dan kaki ini melangkah menuju gerbong 2 kursi 3D, segera ku meniup bantal untuk leher dan kemudian saya telah terlelap, mungkin malam itu saya sudah bermimpi jogja yang bebas bau.


Pena merupakan teman paling setia dalam kehidupan saya, dan karena pena pula saya bisa melakukan semua pekerjaan saya. Bagi saya,  pena merupakan hal yang paling berguna dan paling memberikan manfaat, karena saya tidak membutuhkan pedang maupun senjata untuk bertarung. cukup dengan Pena, mungkin seperti wartawan yang identik dengan Kameranya, Pena pun identik dengan saya. Dikarenakan pena merupakan barang yang sangat istimewa, maka saya pun selalu memilih pena yang pas dengan kebutuhan saya, pena lima warna: hitam, biru, hijau, merah serta pensil mekanik terbenam dalam satu kesatuan, tidaklah mahal hanya seharga 50 Yen saja.

“Not Just a Pen”

Pena sahabat ini telah menemani saya bertahun tahun lamanya, telah menjadi saksi beberapa proyek yang saya tangani dan menjadi saksi bisu nilai kuliah D saya. Saya untuk saat ini tidak akan bisa bekerja jika tidak ditemani pena 50 yen saya. Sebuah pena warna warni yang bisa menggoreskan berbagai macam warna dan makna. Entah sampai kapan saya akan berteman dengan Pena ini, 10 tahun lagi ataukah 5 hari lagi saya tidak tahu.

Tool ini telah melekat dalam diri saya, ketika pergi kemana pun saya bisa dipastikan juga akan membawa pena, kadang kalau tidak lupa membawa sebuah notes, ya ide itu kadang muncul ditempat yang tidak terduga dan mendadak, maka daripada itu kita memerlukan pena untuk mencatat.

walaupun sudah banyak teknologi untuk mencatat yang lebih canggih, namun pena tetap akan mewarnai hidupku, setidaknya sampai saat ini.


Sebuwah tim terdiri dari 5 orang, tim tersebut sangat kompak dan ketika harus mengeksekusi sebuah proyek pasti bisa menghasilkan produk yang sangat memuaskan, dengan kata lain, tidak pernah ada itu yang namanya gagal. Lima tim itu dipimpin oleh Bejo, seorang yang sangat berpengaruh untuk mengkoordinasikan semuanya, selain tentu saja cerdas.

Sudah hampir 5 tahun ini tim A itu selalu menjadi tim terbaik di perusahaan PMA asal Amerika itu yang mempunyai kantor di kawasan Rasuna Said.

Namun, suatu saat ketika proyek sedang sepi dan serta menurunnya load pekerjaan, ada kabar menyejutkan dari Bejo. Dia mendadak mengundurkan diri dari perusahaan yang telah bersamanya selama hampir 10 tahun. Seluruh staf perusahaan sampai level manajemen tentu saja sangat terkejut dengan kabar pengunduran diri Bejo ini, terlebih untuk anggota Tim A, mereka bagaikan anak ayam yang kehilangan induk, dan yang lebih parah lagi mati tidak mau hidup pun segan. Namun, keputusan itu tidak lagi bisa diganggu gugat. Efek domino pun segera terjadi, Tim A yang pada awalnya merupakan pasukan elit perusahaan itu pun kelimpungan serta tidak mempunyai taji lagi, dari empat anggota yang masih tersisa di ajukan untuk memimpin, namun sekali lagi tidak ada yang bisa menggantikan perang Bejo. Hancurlah tim A tersebut

Moral of the setori ialah:
Dalam sebuah tim kerja, komunitas, atau apapun itu, tidak bagus hanya menggantungkan semua nya kepada satu orang saja, semua harus mempunyai peran yang sama dan semua juga harus berkembang dengan sejajar, dengan kata lain perbedaan kemampuan itu tidak terlalu mencolok tajam. Jadi, ada baiknya jika dalam sebuah tim kita juga membentuk sebuah sistem yang selaras untuk kelangsungan kerja dari sebuah tim atau apapun itu. Dalam sebuah keberhasilan tidak ada individu yang hebat, namun disana ada tim yang hebat.

ths

(sumber foto: internet)

Gelo Kuwadrat


Pernah kah anda “Gelo” ?

Bukan terus manggut manggut tidak jelas, itu namanya Gela Gelo. Adapun bahasa Endonesa dari Gelo ini ialah kecewa. Dalam perjalanan hidup ini, sering kali kita dibuat kecewa, seperti, salah dalam menjawab sebuah pertanyaan, keliru dalam mengambil keputusan, kecewa ditinggal nikah, kecewa salah mengambil jurusan serta banyak hal lagi yang bisa membuat kita kecewa.

Namun, kadang kala kita mengalami kekecewaan ini berulang dalam tempo yang singkat, misalnya hari selasa kita diputus pacar kita, hari rabu nya blekberi baru kita kecelup air, hari kamis kita tidak kebagian jatah makan siang dari perusahaan. Nah hal ini tentu saja akan membuat kita semakin dongkol kepada diri kita, tentu saja rasa kecewa itu akan menumpuk dan kita akan menyalahkan nasib, kenapa aku kok sial.

Apa yang akan anda lakukan untuk mengobati kekecewaan anda? Coba kita tebak..eh saya tebak.

Seorang cewek, kemungkinan akan merenung di kamar, sembari menitikkan air mata tiada henti, mata akan sembab, menulis di diary terus mengirimkan ke  memory nya Yasika :p , bisa juga nafsu makan akan berkurang.

Seorang cowok, kemungkinan akan marah marah, membanting barang yang tidak jelas, menyalahkan nasib meneggak air keras (es batu :D)

Namun yang lebih penting ialah kita jangan sampai terjebak dalam kekecewaan itu sampai berlarut larut, cukup satu ato duwa hari saja. Setelah itu buka lembaran baru itu dengan kertas baru kalo perlu beli yang masih segelan.

“ah mas, kalo ngomong itu sih mudah, yang jalanin itu susyah..”

“lah kamu sendiri gimana kalo kecewa?”

Banyak dari kita memang akan memerlukan waktu untuk recovery yg cukup lama untuk mengobati kekecewaan hati, apalagi sampai bertumpuk tumpuk. Namun apakah itu akan membawa manfangat untuk kita? Tentu tidak lah, yang ada hanyalah kemunduran yang akan terjadi pada diri kita. Semakin kecewa dan terpuruk. Jadi ketika anda kecewa segera lampiaskan dan buanglah sejauh mungkin, untuk segera bangkit lagi. Ya seseorang bisa dikategorikan pribadi yang tangguh (baik itu cowok maupun cewek), dimana ketika dia menghadapi kekecewaan apapun itu kemasannya dia akan segera bisa bangkit lagi dan belajar untuk tidak jatuh ke dalam lubang yang sama.

Butuh pundak? Hehehehe..dengerin lagunya Tommy Page saja :p


“mas kok sampeyan bisa menulis to?”
“loh bukanya semenjak SD kamu sudah diajari nulis Le, pelajaran mengarang. lah saya sendiri juga tidak tahu, kenapa bisa nulis je Le :D.”

“loh itu nyatanya bisa menulis dengan sangat mudah, dan kalao saya lihat sampeyan itu bisa menulis sembari melihat televisi. sepertinya jarinya itu mempunyai mata.”
“halah semua orang pasti bisa melakukan itu semua. itu kan bukan sesuatu hal yang sangat luar biasa. lah wong cuman ngetik ga ngelihat saja kok hebat”

Saya menulis dikarenakan saya tidak ada pekerjaan, halah. Pada awalnya saya juga merasakan bahwa menulis itu teramat sangat susyah. saya masih ingat tulisan pertama saya, yaitu berjudul “matinya sebuah harapan”. Tulisan itu merupakan tulisan yang teramat sangat lucu bagi saya. Sebuah curhat colongan. Selanjutnya saya mencoba untuk menulis masalah yang agak keren, masalah energi, eh kok ndilalahnya ya cuma biasa saja, saya kirim ke kompas tidak dimuat. ah sial.

Namun, saya tidak pernah malas untuk sekedar mencoba menulis, dikarenakan dengan menulis kita akan bisa mengekspresikan diri kita serta kita bisa memberitahukan apa yang kita ketahui kepada orang lain. ya menulis dengan tema paling sederhana ialah mencoba untuk mendiskripsikan sesuatu. Masih bingung untuk memahami?

begini: bayangkan dihadapan anda semua ada wanita yang teramat sangat cantik, dan coba lah menuliskan mengenai wanita cantik tersebut. Saya yakin akan banyak sekali tulisan yang dihasilkan, seperti ada yang menulis coba kalau kamu menjadi pendamping hidupku, ada yang mendiskripsikan wanita tersebut mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut, dan pasti banyak lagi ide yang bisa keluar.

kadang dalam menulis kita perlu melihat sesuatu yang luar biasa. nah ketika kita melihat suatu peristiwa maka kita akan merekam itu semua, nah tinggal menuangkan kedalam sebuah tulisan.

mari menulis, kalo tidak menulis bagaimana pembaca bisa tahu peristiwa apa yang ingin kita sampaikan